Beberapa waktu sebelumnya, kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Kota Palu meskipun dengan skala lebih kecil, yakni enam siswa SD harus mendapatkan perawatan setelah mengonsumsi makanan dari program yang sama.
Saat ini, puluhan siswa masih berada dalam perawatan di RSUD Trikora Salakan dengan kondisi beragam.
Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah menyatakan akan terus mengawal proses investigasi hingga hasil uji laboratorium diumumkan.
Hasil tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab utama keracunan massal.
Insiden keracunan di Banggai Kepulauan menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Kelalaian dalam pengelolaan maupun distribusi makanan berpotensi menimbulkan dampak luas.
Pemerintah pusat dan daerah kini diharapkan dapat memperbaiki sistem pengawasan dan memastikan standar mutu pangan dijalankan secara konsisten.
Sehingga tujuan utama program Makanan Bergizi Gratis tetap tercapai tanpa mengorbankan keselamatan penerimanya.