Resahkan Dunia, Sekjen PBB Desak Setiap Negara untuk Tidak Terintimidasi oleh Tingkah Israel!

Sabtu 20 Sep 2025 - 16:14 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

Berdasarkan laporan tersebut komisi temukan selain pernyataan pejabat Israel dan adanya bukti yang mengarah ke aksi genosida.

Sejalan dengan Mantan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Herzi Halevi, dengan mengatakan bahwa lebih dari 200.000 warga Palestina di Jalur Gaza tewas atau luka-luka akibat serangan militer Israel.

Halevi juga menyebutkan bahwa operasi militer Israel di Jalur Gaza "tidak sekali pun" dihalangi oleh nasihat hukum.

BACA JUGA:Rektor UI Diteriaki ‘Zionis’ di Kegiatan Wisuda, Terseret Isu Dana Abadi dan Jejak Undang Akademisi Pro-Israel

BACA JUGA:Israel Menggila Serang Doha, Hamas Tuding AS Terlibat dalam Serangan ini!

Dilansir Bacakoran.co dari Detiknews, jumlah korban tewas atau korban luka di Jalur Gaza itu dikonfirmasi oleh Halevi dalam rekaman yang dipublikasikan oleh situs berita lokal Israel, Ynet.

Sebelumnya, baru-baru ini, setelah Qatar, Doha diserang oleh tentara Israel, Presiden Iran hubungi pemimpin Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Dalam sambungan telpon tersebut Presiden Iran desak semua negara muslim untuk lawan Israel dengan tindakan mereka yang sembrono dan diluar batas.

"Menyerukan kepada negara-negara Islam untuk mengambil sikap bersatu dan terkoordinasi untuk mengutuk agresi terbuka dari Israel, baik secara lisan maupun tindakan. Kecaman ini untuk mencegah Israel mengulangi perilakunya,” ujar Pezeshkian, dikutip Bacakoran.co dari Tasnimnews, Kamis (11/9/2025).

Presiden Iran dengan tegas mengungkapkan pihaknya siap ambil langkah apapun untuk support Qatar.

BACA JUGA:Israel Bombardir Doha! PM Qatar Murka, Sebut Netanyahu ‘Narsis’! Siapkan Serangan Balasan?

BACA JUGA:Qatar Bantah Pengakuan Trump Informasikan Rencana Serangan Israel ke Doha, Bilang Begini!

“Iran mengecam keras agresi rezim Israel terhadap Qatar. Iran berdiri teguh di samping saudara-saudara kami di Qatar,” tegasnya.

Menurut Pezeshkian, Serangan Israel bukanlah untuk membela keamanannya tapi untuk mengancam stabilitas perdamaian di berbagai kawasan tanpa henti dalam kejahatannya.

“Rezim zionis Israel mengabaikan semua norma dan hukum internasional yang berlaku. Mereka menjalankan tindakannya dengan dukungan Amerika Serikat. Negara-negara di kawasan Timur Tengah perlu bersatu melawan kejahatan Israel,” lanjut Pezeshkian.

Sebelumnya aksi Israel membombardir Doha pada Selasa (9/9/2025) membuat Perdana Menteri (PM) Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani murka.

Kategori :