Mahfud MD Beberkan Cucunya Keracunan MBG di Yogyakarta, Kepala BGN Ucap Permohonan Maaf!

Rabu 01 Oct 2025 - 22:14 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

Ia menekankan tujuan MBG untuk membantu anak-anak yang kesulitan makan.

"Harus waspada jangan sampai ini dipolitisasi, tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan. Mungkin kita kita ini makan lumayan, mereka itu makan hanya nasi pakai garam, ini yang harus kita atasi, untuk memberi makan sekian juta pasti ada hambatan, rintangan, ini kita atasi," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang tak kuasa menahan tangis ketika menyampaikan permintaan maaf atas kasus keracunan massal yang terjadi di berbagai daerah akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

BACA JUGA:Tiba di Tanah Air, Prabowo Langsung Panggil Kepala BGN Usai Kasus Keracunan Massal Program MBG!

BACA JUGA:Puluhan Siswa SDN Ketapang Diduga Keracunan Akibat Menu Ikan Hiu Program MBG

Dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025), ia mengakui adanya kelalaian besar dalam pelaksanaan program dan menegaskan negara akan bertanggung jawab penuh.

“Kami mohon maaf, saya seorang ibu, melihat gambar anak-anak keracunan di video, hati saya sedih sekali,” ujar Nanik, dikutip dari MetroTVNews.com. 

Ia menambahkan, sebagai seorang ibu, dirinya merasa stres membayangkan anak-anak jatuh sakit akibat makanan yang justru seharusnya menyehatkan.

Nanik memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung pemerintah melalui BGN.

BACA JUGA:Ribuan Siswa Keracunan MBG, Kapolri Turun Tangan Bongkar Dugaan Skandal Makan Bergizi Gratis

BACA JUGA:BGN Tutup Dapur MBG Bermasalah: Investigasi Keracunan Massal Masih Berlanjut!

“Tentu kami bertanggung jawab penuh atas semua kesalahan, maka seluruh biaya dari anak-anak, dan juga bila ada orang tua yang ikut makan kemudian sakit, semua kami tanggung sepenuhnya,” kata Nanik, dikutip dari detikNews.

Ia menjelaskan, berdasarkan evaluasi internal, sekitar 80 persen penyebab kasus keracunan terjadi karena mitra penyedia makanan tidak menjalankan standard operating procedure (SOP).

Menurut Nanik, evaluasi menyeluruh akan dilakukan. 

Semua dapur MBG yang terbukti melanggar SOP akan ditutup, tanpa memandang siapa pemiliknya.

“Mau punyanya jenderal, mau punyanya siapa, kalau melanggar, akan saya tutup. Saya enggak peduli. Karena ini nyangkut nyawa manusia,” ujarnya menegaskan.

Kategori :