Peringati IDAFLW 2025: Indonesia Ajak Kolaborasi Multipihak untuk Kurangi Susut dan Sisa Pangan

Jumat 03 Oct 2025 - 19:42 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

BACA JUGA:Tropicana Slim Ajak 40.000 Orang di 41 Kota, Cegah Diabetes di Hari Diabetes Internasional!

Sementara itu, Syalsa Nurachma dari Food Bank of Palembang Bilik Pangan menyoroti tantangan distribusi. 

“Surplus pangan yang berhasil kami himpun membantu banyak masyarakat membutuhkan. Namun tantangan masih ada pada distribusi dan kapasitas logistik. Kolaborasi lintas sektor penting agar redistribusi pangan lebih merata dan tepat sasaran.”

Di tingkat komunitas, perwakilan lingkungan menyampaikan pentingnya perubahan perilaku.

“Edukasi konsumsi bijak, pemilahan sampah, hingga composting rumah tangga dapat mengurangi beban lingkungan. Kolaborasi dengan bisnis dan pemerintah akan memperkuat gerakan menuju gaya hidup tanpa sisa.”


Indonesia peringati IDAFLW 2025 dengan gerakan nasional GRASP 2030, talkshow Palembang, dan kolaborasi multipihak untuk kurangi susut dan sisa pangan.--Dokumentasi Pribadi Bacakoran.co

Di Palembang, semangat IDAFLW 2025 juga digaungkan melalui Food Waste Talkshow yang digelar pada 3 Oktober. 

Acara dibuka oleh MC Gita Saphire dan sambutan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Ruzuan Efendi. 

Talkshow di Palembang ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk Evi Lini Arfa dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel, Swarman dari Nutrihub, Syalsa Nurachma dari Bilik Pangan, dan Ivonne dari Kebun Buddhi.

Bu Ivonne memaparkan inovasi pengolahan sampah organik.

“Nasi basi bisa diolah dalam waktu 1 detik. Disemprotkan bio wash (buatan sendiri), sudah bisa menanam.” 

BACA JUGA:Seru! Hari Hipertensi Sedunia: Tropicana Slim Gelar Kampanye Beat Hypertension dan Cek Tensi Massal di 42 Kota

BACA JUGA:Lawan Sarcopenia! HiLo Ajak Ribuan Orang 'Nabung Otot' di 10 Kota Besar

Sementara Syalsa menjelaskan, “Redistribusi adalah segala sesuatu bersumber hayati; perikanan hingga periairan. Meliputi pangan berlebih dari hotel, restoran, kafe, hingga event besar dan petani lokal.”

Bilik Pangan menggunakan metode penilaian utuh pangan dengan pancar indera sebelum mendistribusikan makanan. 

Namun, mereka menghadapi tantangan 3F, yakni food donor, fun (pendanaan), dan friend (relawan). 

Kategori :