Peringati IDAFLW 2025: Indonesia Ajak Kolaborasi Multipihak untuk Kurangi Susut dan Sisa Pangan

Jumat 03 Oct 2025 - 19:42 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

“Setengah 6 pagi di pasar induk saat weekend, kami butuh dukungan mahasiswa untuk pick-up dan distribusi,” ujar Syalsa saat Talkshow Food Waste di Palembang.

Kebun Buddhi juga menghadapi tantangan persepsi konsumen.

“Konsumen melihat makanan harus cantik, padahal masih layak makan tetapi seringkali dibuang.” 

Solusinya adalah open donasi ke panti asuhan, ojol, tukang sampah, dan tukang sayur. 

Ia menambahkan bahwa edukasi juga menjadi kunci bahwa makan tidak boleh bersisa, di piring makan tidak ada sisanya agar tidak menciptakan sampah baru.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumsel telah mensosialisasikan Gerakan Selamatkan Pangan sejak 2023. 

“Sosialisasikan bahwa apa yang diberikan ke orang-orang adalah makanan yang masih layak dimakan,” tegas Evi Lini Arfa. 

Ia juga memperkenalkan program Sudut Pangan yang baru diluncurkan pada 24 September 2025. 

Program ini mengajak ASN dan masyarakat untuk memanfaatkan food loss dari bahan yang belum diolah, baik di rumah maupun di kantor.

“Harapan pemerintah untuk masyarakat terhadap susut dan sisa pangan: kita harus bijak dalam mengonsumsi makanan,” tutup Bu Evi.

Kebun Buddhi turut mengapresiasi Nutrifood yang berhasil mengolah lebih dari 8.000 ton makanan agar tidak berakhir di TPA. 

Dengan sinergi multipihak, Indonesia semakin dekat menuju sistem pangan yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.

Kategori :