Namun, M kembali membuat masalah karena dua kali absen tanpa keterangan dan tidak mengikuti ujian tengah semester pada Selasa (23/9/2025), sehingga nilainya nol.
BACA JUGA:Pendaftaran PPG Tahap 4 2025 untuk Calon Guru Dibuka, Intip Ini Syarat dan Ketentuannya
BACA JUGA:3 Begal Bersenpi Rampas Sepeda Motor Guru SD yang Pulang Mengajar
“Nilainya nol karena tidak ikut ujian. Tapi wali kelas bilang kasus narkoba sudah selesai dan anak itu tidak terbukti. Saya jawab, ya sudah, tapi saya punya rekaman percakapan itu,” jelas Maya.
Ketegangan meningkat pada Jumat (26/9/2025), ketika Nita, orang tua M, datang ke bengkel TSM bersama beberapa orang yang merekam kejadian.
Terjadi perdebatan antara Maya dan pihak orang tua, yang kemudian berujung pada viralnya video tersebut.
“Saya tanya, kenapa di video? Mereka bilang karena pihak sekolah juga memvideokan anak mereka. Saya kaget dan menjelaskan bahwa rekaman saya itu hanya untuk mencari kebenaran, bukan untuk disebarkan,” ungkap Maya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak sekolah mengambil langkah dengan meminta maaf kepada orang tua M.
Poin pelanggaran yang sebelumnya diberikan kepada M akhirnya dihapus menjadi nol.
Bahkan, kepala sekolah dan sejumlah guru datang langsung ke rumah siswa untuk menyampaikan permintaan maaf.
“Permintaan maaf kami diterima, tapi orangtua siswa tetap meminta saya klarifikasi di media sosial. Saya bingung, karena saya tidak pernah memviralkan video itu,” kata Maya.
Permintaan maaf pun dilakukan di depan seluruh siswa pada Selasa (30/9/2025).
“Saya lakukan itu di lapangan, menjelaskan bahwa telah terjadi miskomunikasi. Tapi tetap saja dianggap tidak ikhlas,” katanya.
BACA JUGA:Terus Bertambah! 129 Siswa di Garut Keracunan MBG, Kini Guru Pencicip Ikut Jadi Korban
Ketegangan kembali memuncak setelah Senin (6/10/2025), saat pihak orangtua siswa mengunggah video baru di media sosial.