BACA JUGA:Kronologi Lengkap Kasus Timothy Anugerah: Mahasiswa Unud yang Diduga Bunuh Diri karena Bullying
Namun, ia mengakui bahwa sistem pengawasan tersebut memiliki keterbatasan.
Beberapa area di lantai empat tidak terjangkau oleh kamera, sehingga tidak semua aktivitas dapat terekam secara menyeluruh.
“Bisa berfungsi dengan baik tapi ada blind spot yang tidak bisa menangkap kejadian secara utuh. Bahwa almarhum tertangkap kamera CCTV berjalan di lorong itu ada tapi setelah itu tidak terekam CCTV lagi,” jelasnya.
Pernyataan ini menambah kompleksitas penyelidikan, karena menimbulkan perbedaan persepsi antara institusi kampus dan aparat penegak hukum mengenai kondisi teknis alat bukti utama.
Pemeriksaan Teman Dekat Korban
Dalam upaya mengungkap penyebab kematian Timothy, pihak kepolisian juga berencana memanggil teman-teman dekat korban untuk dimintai keterangan.
BACA JUGA:Kronologi Lengkap Kasus Timothy Anugerah: Mahasiswa Unud yang Diduga Bunuh Diri karena Bullying
Langkah ini diambil guna memahami latar belakang keseharian Timothy selama menjalani masa kuliah di Universitas Udayana.
Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti kematian mahasiswa tersebut.
Dugaan awal menyebutkan korban jatuh dari ketinggian, namun belum diketahui apakah insiden itu murni kecelakaan, tindakan bunuh diri, atau ada unsur lain yang terlibat.
Kasus ini memunculkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas, terutama terkait keamanan fasilitas kampus dan transparansi dalam penanganan insiden.
Perbedaan informasi antara pihak kampus dan kepolisian mengenai kondisi CCTV menjadi sorotan utama, karena menyangkut validitas bukti dalam proses investigasi.
Pihak kampus diharapkan dapat memberikan akses penuh terhadap data rekaman yang tersedia, sementara kepolisian diminta untuk menyelidiki secara objektif dan menyeluruh.