Meskipun banyak pemimpin gereja ditangkap, ibadah tetap berjalan seperti biasa di sejumlah kota.
Menurut Fu, jemaat sudah terbiasa hidup di bawah tekanan dan bahkan telah menyiapkan sistem suksesi kepemimpinan gereja untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
“Sebagian besar dari mereka sudah siap mental. Mereka percaya, jika satu pemimpin ditangkap, Tuhan akan membangkitkan pemimpin lainnya,” kata Fu.
Bagi umat Kristen di China, penindasan bukan alasan untuk berhenti beriman. Seperti kata Pendeta Jin Mingri kepada jemaatnya sebelum ditangkap:
“Jika saya harus masuk penjara, biarlah itu menjadi jalan agar gereja di China semakin kuat.”
Kategori :