BACAKORAN.CO - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah menambahkan dana Rp25 triliun kepada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Jumlah itu sudah termasuk dana Rp13,25 triliun triliun yang diserahkan Presiden Prabowo Subianto dari hasil sitaan kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO).
“Sudah dimasukin ke LPDP, kita kasih malah Rp25 triliun ke LPDP,” kata Purbaya di Jakarta, dikutip Bacakoran.co dari iNews.id, Kamis (30/10/2025).
Meski demikian, Purbaya tak merinci lebih detil mengenai dana Rp 13 triliun hasil sitaan korupsi kasus CPO tersebut dan ia hanya memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan dana Rp 25 triliun di tahun ini.
BACA JUGA:Eks Ketua PN Jaksel Kasus Suap Vonis CPO Resmi Dituntut 15 Tahun Penjara!
"Kita sudah siapkan Rp 25 triliun tahun ini. Tidak ada masalah itu," ujarnya.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan besar yang langsung mengguncang dunia politik dan pendidikan Indonesia.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun pemerintahannya di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025), Prabowo menyampaikan sejumlah program prioritas.
Ia juga mengumumkan rencana menambah anggaran beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) hingga mencapai Rp13 triliun.
Menariknya, sumber dana tambahan itu berasal dari uang sitaan kasus korupsi ekspor minyak sawit mentah (CPO) yang baru saja dikembalikan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) ke negara.
Langkah ini disebut sebagai salah satu keputusan paling berani dalam masa pemerintahannya.
Prabowo menyatakan bahwa uang hasil rampasan koruptor harus kembali ke rakyat dan digunakan untuk kepentingan jangka panjang, terutama pendidikan.