Ia bahkan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan Indonesia dan mengungkapkan niatnya untuk tetap tinggal di Indonesia setelah masa jabatannya berakhir.
“Bagaimanapun, terima kasih atas segala dukungan Anda. Saat ini saya sangat bahagia,” ucapnya dengan penuh haru.
Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, kedua negara sepakat untuk membentuk Komite Kerja Bersama (Joint Working Committee) pada awal tahun 2026.
BACA JUGA:Pramono Anung Turunkan Tim Tangani Tanggul Baswedan Jebol yang Tenggelamkan Jatipadang dan Kemang
BACA JUGA:Kejagung Periksa Admin e-Katalog PT Samafitro Terkait Kasus Korupsi Chromebook di Kemendikbudristek
Komite ini bertugas untuk memfinalisasi rencana aksi dan memastikan seluruh proyek berjalan sesuai jadwal dan target yang telah ditetapkan.
Kerja sama Indonesia–Palestina di bidang pertanian ini juga menjadi bagian dari inisiatif South-South and Triangular Cooperation (SSTC).
Di mana Palestina ditetapkan sebagai salah satu negara prioritas penerima manfaat dalam pengembangan ketahanan pangan dan teknologi pertanian tropis.
“Kami ingin menjadikan kerja sama ini bukan hanya tentang pertanian, tetapi simbol keteguhan dua bangsa yang percaya bahwa kemerdekaan sejati dimulai dari kemandirian pangan,” tutup Mentan Amran dengan penuh semangat.