Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada penyediaan lahan saja.
BACA JUGA:Wakil Wali Kota Surabaya Sidak SPBU Surabaya usai Dapat Warga Lapor Isi Pertalite Campur Air
BACA JUGA:Viral Video Puluhan WNI Kabur dari Kompleks Scam di Kamboja, Kemenlu RI Pulangkan Korban
Pemerintah Indonesia juga akan berbagi teknologi pertanian berkelanjutan, seperti sistem irigasi hemat air, teknik pertanian gurun, dan teknologi digital hidroponik.
Selain itu, Indonesia akan memperluas kuota pelatihan dan magang bagi petani muda serta pejabat pertanian asal Palestina.
Program pelatihan ini akan dilaksanakan di Kalimantan dan Sulawesi, dengan dukungan penuh dari lembaga riset dan pendidikan pertanian nasional.
“Indonesia berdiri bersama Palestina, tidak hanya secara diplomatik, tetapi melalui kerja sama konkret di bidang pangan. Ini bentuk dukungan yang membumi dan berkelanjutan,” tegas Amran.
BACA JUGA:Terus Berlanjut, Polisi Periksa 117 Saksi dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Siapa Saja?
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, menyambut hangat inisiatif ini dan menyebutnya sebagai tonggak sejarah baru dalam hubungan bilateral kedua negara.
Menurutnya, kerja sama pertanian ini merupakan simbol persaudaraan dan solidaritas yang telah terjalin erat selama puluhan tahun.
Ia menilai bahwa langkah Indonesia menunjukkan ketulusan dan konsistensi dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
“Langkah Indonesia ini memperkuat persaudaraan antarbangsa. Ini bukan sekadar proyek, tapi cerminan ketulusan dan konsistensi dukungan Indonesia kepada rakyat Palestina,” ujar Zuhair.
BACA JUGA:Kementan Bekukan 190 Pengecer dan Distributor Pupuk, Nakal Sih!
BACA JUGA:Korupsi Chromebook Kemendikbudristek: Kejagung Cecar Admin PT Samafitro, Siapa Lagi Menyusul?
Meskipun tim teknis investasi dari Palestina sempat menunda kunjungan ke Indonesia karena situasi keamanan di wilayahnya, Zuhair memastikan bahwa komitmen pemerintah Palestina terhadap proyek ini tetap kuat.