Informasi tersebut memicu pengejaran lintas daerah, tim bergerak menuju Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, mengikuti jalur distribusi yang disebutkan oleh para terperiksa.
Upaya itu berbuah hasil besar, dua truk engkel ditemukan bersama tiga mobil boks serta satu unit Avanza yang membawa muatan pakaian bekas impor dalam volume jauh lebih besar.
Total 184 bal diamankan di lokasi itu, disertai penangkapan tujuh sopir dan kenek yang terlibat dalam pengangkutan.
“Barang bukti serta para saksi sudah kami amankan, dan penyidik akan melanjutkan gelar perkara untuk memberikan kepastian hukum,” ujar Edy dikutip dari Tempo.co.
BACA JUGA:Raja Abdullah Puji Kepemimpinan Prabowo: Indonesia Dinilai Melaju ke Arah yang Lebih Cerah
BACA JUGA:Jaksa Gadungan Bersenpi di Pamulang Ditangkap: Modus ‘Bintang Satu’ Rugikan Korban hingga Rp310 Juta
Jika digabungkan dengan temuan awal di Duren Sawit, total barang bukti mencapai 207 bal.
Angka itu menegaskan skala besar penyelundupan pakaian bekas yang diungkap dalam operasi kali ini.
Edy menjelaskan bahwa penindakan tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap perdagangan ilegal sekaligus penegakan hukum tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Ia menegaskan bahwa jaringan ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu struktur ekonomi lokal, “Penindakan ini bagian dari upaya penegakan hukum di bidang perdagangan dan TPPU,” ujarnya.
Masalah peredaran pakaian bekas impor ilegal selama ini memang menjadi perhatian pemerintah, aktivitas tersebut dikenal menekan pelaku UMKM tekstil dan pedagang pakaian lokal.
BACA JUGA:Baru 9 Bulan Jadi Anggota, Polisi Senior Aniaya 2 Siswa SPN Polda NTT Gegara Ketahuan Merokok
BACA JUGA:Viral! Guru SD di Bulukumba Videokan Kondisi Sekolah yang Ambruk Berujung Minta Maaf, Ada Apa?
Kebijakan pemerintah pusat meminta agar penertiban dilakukan secara menyeluruh namun tetap memperhatikan keberlangsungan pelaku usaha domestik.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa langkah penindakan kepolisian sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam penjelasannya yang dimuat detikNews, ia menyebut bahwa Presiden menekankan pentingnya menyediakan substitusi produk agar pelaku usaha lokal tidak terpuruk.