Ia menekankan bahwa proses FS merupakan tahapan krusial sebelum pengajuan anggaran resmi dilakukan.
BACA JUGA:Wow, KPK Sita Jam Tangan Mewah, BMW sampai Rubicon dari Tangan Dirut RSUD Ponorogo!
“Ada kajian, FS, dan seterusnya. Kemudian baru mengajukan penganggaran ke Kementerian Keuangan. Masih proses,” lanjutnya.
Ketika ditanya mengenai perkiraan jumlah anggaran yang akan diusulkan, Dody belum bersedia memberikan penjelasan lebih jauh.
Ia menegaskan bahwa angka pasti belum bisa dipublikasikan karena seluruh proses kajian masih berjalan.
“Belum, belum tahu jumlah anggaran pembangunan gedung baru Ponpes Al Khoziny karena FS-nya masih berjalan,” tukasnya.
BACA JUGA:Ojk Raih Penghargaan Kinerja Penegakan Hukum Sangat Baik Dari Bareskrim Polri
BACA JUGA:Selamat! Boiyen Tampil Anggun dengan Kebaya Sunda di Hari Pernikahannya Bersama Rully Anggi
Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah memastikan bahwa pembangunan gedung baru Ponpes Al Khoziny akan segera berjalan dalam waktu dekat.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana, menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan audit terhadap seluruh bangunan pondok pesantren di Indonesia.
Audit ini bertujuan untuk memastikan keandalan bangunan, sehingga tidak hanya aman tetapi juga layak digunakan dalam jangka panjang.
Ponpes Al Khoziny, menurut Dewi, menjadi salah satu prioritas utama dalam program tersebut.
BACA JUGA:Terus Diselidiki, Ayah Pelaku Peledakan SMAN 72 Jakut Diperiksa, Dugaan Perundungan di Telusuri!
“Kami di Ditjen Cipta Karya ditugaskan untuk melakukan audit terhadap keandalan bangunan pondok pesantren, dan Al Khoziny termasuk salah satu yang akan segera kita selesaikan. Untuk pembangunan gedung barunya, prosesnya sudah akan segera kita laksanakan dalam waktu dekat,” papar Dewi.