Ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyelesaikan tahap perencanaan teknis dan administrasi tanah, termasuk detail engineering design (DED).
Tahapan ini menjadi penanda bahwa pembangunan gedung baru ponpes tersebut akan segera dimulai di atas lahan seluas 4.100 meter persegi milik yayasan.
“Mudah-mudahan bisa segera disetujui dan di-approve. Total luasannya 4.100 meter persegi, sesuai dengan ketersediaan lahan yang disiapkan yayasan. Jadi sekarang kami sedang berproses menyelesaikan administrasi tanahnya,” urainya.
BACA JUGA:Kasasi Ditolak! Zarof Ricar Resmi Dihukum 18 Tahun, Kekayaan Fantastisnya Bikin Publik Tercengang
BACA JUGA:Polri Bongkar Sindikat Penjualan Anak Modus Adopsi Ilegal, Beroperasi Lintas Provinsi
Dengan adanya komitmen dari berbagai pihak, pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih modern dan aman, tetapi juga menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan berbasis pesantren.
Proses panjang yang melibatkan kajian teknis, administrasi, hingga audit bangunan menunjukkan bahwa proyek ini tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan dengan perencanaan matang agar hasilnya benar-benar sesuai kebutuhan santri dan masyarakat sekitar.