Korban, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung, berniat memotong selongsong peluru itu menggunakan gerinda agar bisa dijual sebagai besi tua.
BACA JUGA:Inara Rusli Dihebohkan Jadi Selingkuhan, Manager Respon dan Ungkap Kondisi Sang Artis Terkini!
BACA JUGA:Heboh! Inara Rusli Diduga Jadi Pelakor, Eva Manurung Bongkar Reaksi Virgoun
“Sudah diingatkan keluarganya untuk jangan dipotong, tapi karena mau ditimbang untuk dijual, tetap digerinda,” jelas Wito.
Sayangnya, keputusan nekat itu berujung fatal. Percikan panas dari gerinda diduga mengenai sisa material aktif yang masih ada di dalam selongsong, sehingga memicu ledakan dahsyat.
Insiden ini membuat warga sekitar panik dan meningkatkan kewaspadaan. Banyak yang khawatir bahwa benda-benda berbahaya seperti sisa material militer masih beredar di area rongsokan dan bisa ditemukan oleh pemulung lain.
Mereka pun meminta aparat terkait untuk memperketat pengawasan serta melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak sembarangan membawa atau mengutak-atik benda berbahaya yang berpotensi meledak.
BACA JUGA:Sadis! Delapan Bulan Hilang, Kasus Pembunuhan Alvaro Mulai Terbongkar: Ayah Tiri Jadi Tersangka
“Kami takut kejadian seperti ini terulang lagi. Harus ada pengawasan lebih ketat,” ujar salah seorang warga.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan. Sisa material ledakan telah diamankan dan diperiksa oleh tim gegana untuk memastikan tingkat bahaya serta asal-usulnya.
Aparat juga berupaya menelusuri dari mana peluru tank tersebut berasal, apakah dari bekas latihan militer atau dari jalur ilegal yang beredar di tempat rongsokan.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa benda-benda sisa perang atau militer bukanlah barang biasa, melainkan ancaman nyata yang bisa merenggut nyawa kapan saja jika tidak ditangani dengan benar.