Ribuan Data Penerima Bansos di Kabupaten Ini Terancam Dihapus, Terindikasi Judol dan Peningkatan Kesejahteraan
Kepala Dinas Sosial Kabuaten OKI, Dwi Zulkarnain . (foto:nisa/sumeks)--
BACAKORAN.CO -- Ribuan data penerima bantuan sosial (Bansos) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan terancam dihapus.
Penyebabnya, KPM dan PKH tersebut terindikasi melakukan judi online (Judol). Selain itu penghapusan juga dilakukan karena telah terjadi perubahan tingkat kesejahteraan atau desil ke angka 6-10.
Diketahui kelompok Desil berdasarkan kesejahteraan dibagi menjadi Desil 1-4 yaitu masyarakat dengan kesejahteraan rendah (miskin dan rentan miskin) dan Desil 5-10, Masyarakat dengan tingkat kesejahteraan keatas hingga sangat kaya.
Dikutip dari sumateraekspres.co.id, jumlah data KPM yang akan dihahus mencai 4.085 dan data PKH yang akan dihapus mencapai 3.159.
BACA JUGA:Kabar Gembira, Tambahan Bansos Rp300 Bakalan Cair Oktober Ini untuk 35 Juta KPM, Catat!
BACA JUGA:Cek Namamu! Bansos Rp300.000 Cair Oktober 2025, 35 Juta Keluarga Langsung Dapat Rp900 Ribu
Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabuaten OKI, Dwi Zulkarnain mengatakan, untuk Triwulan IV akhir tahun 2025 ini, data yang dihapus tersebut tidak lagi menerima bantuan untuk tahun 2026. "Penghapusan dilakukan karena mereka terindikasi Judol dan perubahan desil,"jelas Dwi Zulkarnain.
Hanya saja untuk informasi lengkap nama-nama yang dihapus menurut Dwi Zulkarnain, pihaknya masih menunggu data dari Kementerian Sosial (Kemensos)."Yang mengeluarkan data itu Kemensos RI bukan kami,"katanya.
Sementara itu, beberapa warga yang sebelumnya menerima PKH dan PKM sudah mengetahui jika tahun depan nama mereka dihapus dari penerima program bansos tersebut.
Salah satuya Elya warga Kayuagung, OKI. Dia mengaku, sedih keluarganya dihapus dari penerima PKH akibat suaminya terindikasi melakukan judol.
BACA JUGA:Malaysia Larang Anak Punya Medsos 2026, Wajibkan eKYC Demi Cegah Bullying
BACA JUGA:Heboh! Pria Ngaku Anak Propam dan Bawa Mobil Barang Bukti, Dibantah Tegas oleh Polda Metro
"Saya sedih karena tidak lagi menerima bantuan PKH,"katanya seraya menambahkan dia juga kesal karea sudah berulangkali mengingatkan suaminya agar tidak bermain judol namun tak diindahkan.
Padahal selama ini kata dia, bantuan tersebut sangat membantu dan bermanfaat untuk memennuhi kebutuhan keluarga.
Dia mengaku biasanya setiap bulan menerima PKH hingga 1,8 juta karena anaknya bersekolah SD dan satu orang lagi masih balita.
Elya juga khawatir penghapusan itu juga berimbas pada BPJS kesehatan gratis yang diterimanya selama ini.