Di mata banyak konsumen, nama Snapdragon masih identik dengan performa gaming lebih stabil, optimasi aplikasi yang matang, serta dukungan software yang lebih baik.
Masuknya Snapdragon ke lini Note Series, khususnya varian Pro, seolah menjadi pesan terbuka bahwa Infinix tak ingin lagi sekadar dikenal sebagai brand “murah spek rame”.
Infinix mulai membangun citra baru sebagai merek dengan value sekaligus trust, mencoba menggeser posisi dari sekadar value for money menjadi value plus credibility.
Dari sisi pengalaman pengguna, kehadiran Snapdragon juga membawa keuntungan nyata.
BACA JUGA:HP 5G Infinix Terbaru 2025 RAM Jumbo: Spek Ngeri, Harga Santai, Paling Worth Dibeli?
GPU Adreno dikenal memiliki optimasi luas untuk game populer, sementara ISP dan NPU Qualcomm sering kali unggul dalam pemrosesan kamera dan fitur berbasis AI.
Jika dioptimalkan dengan baik, Infinix Note 60 Pro berpotensi menawarkan pengalaman yang lebih stabil dan konsisten dibanding generasi sebelumnya.
Langkah ini juga masuk akal jika dilihat dari sudut pandang bisnis.
Mengandalkan satu vendor chipset selalu memiliki risiko, baik dari sisi harga maupun ketersediaan.
Dengan kembali menggandeng Qualcomm, Transsion Holding mendapatkan fleksibilitas lebih besar.
BACA JUGA:The Real HP Gaming Termurah! Infinix GT 30: Desain Futuristik, Performa Sadis, Fitur Gaming Lengkap!
BACA JUGA:Perbandingan Poco X6 Pro VS Infinix GT 30 Pro! Di Akhir Tahun 2025 Mending Beli yang Mana?
MediaTek tetap digunakan di varian lain, sementara Snapdragon dijadikan pembeda di model tertentu, strategi yang umum diterapkan produsen besar.
Keseriusan Infinix tidak hanya terlihat dari performa, tetapi juga desain.
Brand ini telah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pininfarina, rumah desain legendaris asal Italia yang dikenal lewat mobil-mobil ikonik seperti Ferrari dan Alfa Romeo.