Kak Seto Buka Suara soal Tuduhan Abaikan Aduan Aurelie Moeremans, Minta Publik Tak Pelintir Fakta

Kamis 15 Jan 2026 - 20:40 WIB
Reporter : Yudha IP
Editor : Yudha IP

BACAKORAN.CO - Nama Seto Mulyadi atau Kak Seto kembali menjadi perhatian publik setelah dikaitkan dengan kasus lama yang diungkap artis Aurelie Moeremans melalui buku digital Broken Strings.

Buku tersebut mengangkat pengalaman pribadi Aurelie terkait dugaan child grooming dan relasi tidak setara yang dialaminya di masa lalu.

Seiring viralnya buku itu pada awal 2026, muncul kembali tudingan bahwa Kak Seto pernah mengabaikan aduan keluarga Aurelie saat menjabat sebagai Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) pada 2010.

Isu ini memantik perdebatan luas di ruang publik dan media sosial, sejumlah pihak menyoroti laporan yang pernah diajukan ayah Aurelie, Jean Marc Moeremans, ke Komnas PA.

Laporan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran orang tua terhadap relasi yang dijalani Aurelie ketika masih berusia muda.

BACA JUGA:Dugaan Child Grooming Roby Tremonti Mencuat Usai Buku Broken String Karya Aurelie Moeremans

BACA JUGA:Viral! Aurelie Moeremans Bongkar Kisah Grooming di Usia 15 Tahun Lewat Buku Broken Strings

Namun, laporan itu disebut tidak berujung pada penanganan sebagaimana yang diharapkan pihak keluarga.

Menanggapi tudingan tersebut, Kak Seto akhirnya angkat bicara melalui media sosial, ia meminta masyarakat untuk menyikapi pemberitaan yang berkembang secara bijak dan tidak memelintir fakta.

“Mohon kepada para sahabat semua, kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru,” ujar Kak Seto di media sosialnya, dikutip dari detikcom.

Ia juga menegaskan bahwa pengangkatan kembali kasus lama tidak seharusnya dijadikan ruang untuk saling menuduh atau mengubah makna fakta yang sebenarnya.

“Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh atau mengubah makna fakta yang sebenarnya,” katanya.

BACA JUGA:Rilis Memoar Broken Strings, Aurelie Moeremans Akui Pernah Jadi Korban Grooming Sejak Usia 15 Tahun

BACA JUGA:Sidang Penganiayaan Dokter Koas Memanas, Saksi Ungkap Adanya Ancaman dari Ibu Lady Aurellia

Kasus yang kembali mencuat ini membuat publik menoleh pada peran lembaga perlindungan anak di masa lalu.

Kategori :