Hebatnya lagi, ini semua terjadi di tengah mindset konsumen yang makin sering nahan upgrade smartphone lebih lama, karena merasa perangkat lama masih “cukup baik”.
Industri Smartphone Lagi Lesu, Tapi Apple Justru Bersinar?
Betul banget! Tren pasar smartphone global menunjukkan pertumbuhan yang kecil, bahkan diprediksi akan turun sedikit di 2026 karena hal-hal seperti:
1. naiknya harga komponen seperti memori dan penyimpanan yang membuat banyak vendor kesulitan tetap jual murah,
2. siklus upgrade konsumen yang makin panjang (banyak orang pakai smartphone sampai lebih dari 3–4 tahun).
Tapi Apple bisa tetap punya pertumbuhan positif karena strateginya yang fokus pada premium experience, bukan perang harga di segmen bawah.
Jadi bisa dibilang Apple menang karena fokus pada pengalaman keseluruhan, bukan sekadar specs atau harga murah.
BACA JUGA:Apple Main Nekat! Bocoran iPhone 18 Pro Berubah Total, iPhone Fold Siap Jadi HP Lipat Paling Mewah
BACA JUGA:Dynamic Island Mau Disingkirkan? iPhone 18 Pro Disebut Pindah ke Punch-Hole dan Face ID Bawah Layar
Apa Artinya Ini Bagi Pasar Indonesia?
Walau iPhone masih bukan yang paling banyak terjual berdasarkan unit di Indonesia (karena faktor harga yang tinggi), performa iPhone 17 di pasar global tetap punya dampak juga buat kita:
Posisi Apple di segmen premium makin kuat,
Pengguna urban, profesional, dan kreator konten makin sering memilih iPhone karena keandalannya,
Tren harga gadget premium secara umum ikut terdorong naik karena Apple tetap jadi benchmark kualitas.
Jadi buat kamu yang lagi pikir-pikir buat upgrade ke iPhone terbaru, kamu enggak sendiri tren global nunjukkin kalau banyak banget orang yang tetap ngelakuin hal yang sama.
Gak semua industri bisa tumbuh saat ekonomi serba tantangan, tapi iPhone 17 berhasil nembus tren negatif itu dengan cara uniknya sendiri: loyalitas pengguna, distribusi yang stabil, dan strategi pengalaman premium.
BACA JUGA:iPhone Fold Bukan Kaleng-Kaleng! Engsel Liquid Metal dan Bodi Titanium Bikin HP Lipat Lain Minder