Viral Cabut MBG 2 Siswa, Ini Sosok Dewi Ratih Kepala SPPG di Trimulyo Lampung

Jumat 23 Jan 2026 - 09:06 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

BACAKORAN.CO - Nama Dewi Ratih MBG mendadak menjadi sorotan publik setelah viral kabar dua anak di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, tidak lagi menerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kasus MBG Trimulyo Lampung ini ramai diperbincangkan di media sosial karena diduga dipicu kritik orang tua siswa terhadap pelaksanaan program tersebut.

Dua anak yang dimaksud merupakan siswa dari lembaga pendidikan berbeda. Anak pertama berinisial Al, siswa Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah Al, sedangkan adiknya Ar tercatat sebagai siswa Raudhatul Athfal (RA) Ma’arif di Kecamatan Tegineneng.

Keduanya sebelumnya tercatat sebagai penerima aktif program MBG Trimulyo Lampung.

BACA JUGA:Heboh Video Pesta LGBT dan Miras di Klub Malam Cirebon, Polisi Amankan 2 Orang

Dalam struktur pelaksana program, Dewi Ratih MBG diketahui menjabat sebagai Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Trimulyo.

Ia menjadi pihak yang bertanggung jawab atas keputusan penghentian sementara MBG terhadap dua siswa tersebut.

Kasus ini mencuat setelah ibu kandung Al dan Ar mengunggah kritik terkait kebijakan dapur MBG di media sosial.

Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu perhatian publik, hingga menyeret nama Dewi Ratih MBG ke ruang perbincangan nasional.

Klarifikasi Dewi Ratih soal Tuduhan Intimidasi

Menanggapi isu yang beredar, Dewi Ratih membantah melakukan intimidasi terhadap keluarga siswa.

Ia mengakui sempat mendatangi rumah orang tua Al dan Ar untuk memberikan penjelasan langsung terkait aturan pembagian MBG.

BACA JUGA:Bahlil Sanksi Pejabat ESDM Usai Kebocoran Pipa Gas Hambat Produksi Blok Rokan, Potensi Kehilangan 2 Juta

"Betul saya datang ke rumah orang tuanya dan menjelaskan aturan terkait pembagian MBG di dapur SPPG, namun ibunya menyatakan bahwa tidak masalah anaknya tidak dapat MBG," kata Ratih.

Dalam pertemuan tersebut, suasana sempat memanas.

Dewi Ratih menyebut dirinya menyarankan agar MBG ditolak saja apabila memang tidak ingin menerima bantuan tersebut.

Kategori :