Paradigma Baru Pengelolaan Sampah Indonesia, Tak Lagi Sekadar Bangun TPA, Ini Penjelasan Mensesneg

Sabtu 07 Feb 2026 - 22:06 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

Sebaliknya, kota besar tidak akan tertangani optimal jika hanya mengandalkan pengolahan sampah skala komunitas.

Oleh karena itu, penelitian dilakukan secara menyeluruh dan detail agar solusi yang diterapkan benar-benar tepat sasaran.

Tak kalah penting, aspek edukasi masyarakat menjadi kunci utama dalam sistem pengelolaan sampah modern.

Teknologi sebaik apa pun tidak akan berjalan optimal tanpa pemahaman publik.

BACA JUGA:Terungkap! 164 TKA Tanpa RPTKA Terjaring Sidak, PT BAP Kena Denda Rp2,17 Miliar dari Kemnaker

Contohnya, pengolahan sampah menjadi energi mensyaratkan pemilahan sejak dari sumber.

Sampah organik dan non-organik tidak bisa dicampur jika ingin menghasilkan energi secara efisien dan berkelanjutan.

“Penyelesaian sampah tidak sekadar membangun fasilitas pengolahan, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran dan edukasi masyarakatnya,” tegas Prasetyo.

Dalam konteks inilah peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi sangat strategis.

BACA JUGA:Kerry Adrianto Ungkap Riza Chalid Jadi Jaminan di PT OTM Terkait Pinjaman Kredit: Bantuin Anak Saya

BRIN memandang persoalan sampah bukan hanya isu lingkungan, melainkan bagian dari agenda besar penguatan daya saing bangsa.

Pengelolaan sampah dikaitkan langsung dengan strategi industrialisasi nasional berbasis sains dan teknologi.

Kepala BRIN Prof. Arif Satria menekankan pentingnya kerangka riset jangka panjang yang mampu memandu arah pembangunan Indonesia.

Melalui riset, pemerintah dapat memprediksi teknologi apa yang akan relevan di masa depan, termasuk dalam sektor lingkungan dan energi.

BACA JUGA:OTT KPK Bongkar Suap Rp850 Juta di PN Depok, Ketua dan Wakil Ketua Jadi Tersangka!

Forecast riset ini menjadi penjabaran konkret dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Panjang Nasional (RPJMN dan RPJPN).

Kategori :