20 Siswi SD di Percut Seituan Deliserdang Diduga Jadi Korban Pelecehan Kakek Pedagang Mainan

Minggu 08 Feb 2026 - 11:57 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

BACAKORAN.CO – Kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan siswi sekolah dasar di Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, menggemparkan masyarakat. 

Seorang pria lanjut usia berinisial L (63), yang sehari-hari berjualan mainan dan beras, diduga melakukan pelecehan terhadap anak-anak di sekitar sekolah.

Peristiwa ini pertama kali terungkap pada Kamis (5/2), ketika seorang siswi melaporkan kepada gurunya bahwa temannya dilecehkan oleh L di depan sekolah. 

L diketahui kerap berjualan di area pintu masuk sekolah, sehingga mudah berinteraksi dengan para murid.

Kepala Dusun XX, Zulfan, menjelaskan bahwa laporan awal tersebut menjadi pintu masuk pengungkapan kasus.

"Perbuatan asusila itu terungkap setelah salah satu murid mengadu ke gurunya yang melihat temannya dilecehkan oleh terduga pelaku di depan sekolah saat para korban membeli barang dagangannya," ujarnya dilansir Bacakoran.co dari CNNIndonesia.com, Jumat (6/2).

BACA JUGA:Viral! Ibu Angkat di Sambas Tega Cabuli Anak Laki-laki 9 Tahun dan Rekam Aksinya

BACA JUGA:Diduga Terlibat Cabuli Mahasiswi KKN UMP, Kepala Dusun dan Pengurus Karang Taruna Desa Srikembang 1 Tersangka

Setelah laporan diterima, guru segera menyampaikan informasi kepada kepala sekolah. 

Kasus kemudian diteruskan ke perangkat desa dan aparat setempat. 

Dari hasil penelusuran, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 20 orang.

"Terungkapnya ada salah seorang siswi yang mengadu ke gurunya. Lalu guru melapor ke kepala sekolah. Akhirnya setelah ditelusuri anak-anak ini mengakui bahwa mereka telah dilecehkan oleh terduga pelaku," tambah Zulfan.

Pengakuan Pelaku

Guru bersama Bhabinkamtibmas mendatangi L yang saat itu sedang menyusun barang dagangannya. 

Dalam interogasi singkat, L mengakui perbuatannya terhadap sejumlah murid.

"Guru dan kepala sekolah langsung menemui terduga pelaku di lapangan pintu masuk sekolah. Kebetulan beliau itu tengah menyusun barangnya. Kami menanyakan kepada pihak Bhabinkamtibmas bahwa terduga pelaku ini mengakui mencium bibir dan pipi korban," jelas Zulfan.

Kategori :