Dari sisi konsumsi bahan bakar, klaim resmi menyebut angka 57,3 km/l.
Namun, pengujian lapangan menunjukkan hasil realistis sekitar 50–52 km/l.
Meski tidak dirancang untuk akselerasi agresif, performa Access sangat ideal untuk penggunaan harian dengan kecepatan stabil di kisaran 50–60 km/jam.
Kepraktisan untuk Aktivitas Sehari-Hari
BACA JUGA:Diskon Suzuki Ertiga 2026 Tembus Rp42 Juta! Saatnya Borong LMPV 7-Seater Sebelum Stok NIK 2025 Ludes
Suzuki Access 125 juga menonjol dalam aspek fungsionalitas.
Jok lebar dan panjang memberi kenyamanan ekstra, sementara dek kaki luas memungkinkan membawa barang besar seperti galon air.
Bagasi bawah jok berkapasitas 24,4 liter cukup untuk helm full-face ukuran kecil hingga sedang.
Fitur tambahan seperti dua gantungan serbaguna, ruang penyimpanan depan, serta keberadaan kick starter menjadi nilai lebih.
Ban Maxis yang digunakan juga menawarkan traksi lebih baik dibandingkan kompetitor di kelasnya.
Dengan bodi depan berbahan plat baja, kesan solid dan kokoh semakin terasa.
Tantangan: Desain dan Popularitas
Meski memiliki banyak keunggulan, Suzuki Access 125 tetap menghadapi beberapa tantangan.
Desain bodi belakang dinilai kurang proporsional oleh sebagian konsumen Indonesia.
Fitur yang ditawarkan pun masih sederhana, seperti speedometer analog dengan odometer digital, tanpa konektivitas smartphone, dan hanya menyediakan port USB-A.
Selain itu, popularitas Access masih kalah dibandingkan rival seperti Honda Scoopy, Yamaha Fazzio, atau Vespa.
Dengan harga sekitar Rp25,5 juta, posisinya berada di tengah segmen, namun jaringan dealer Suzuki yang terbatas bisa memengaruhi layanan purna jual dan nilai jual kembali.