Sempat Sebut Stok BBM Cukup 20 Hari Bikin Warga Aceh Panic Buying Serbu SPBU, Kini Bahlil Beri Klarifikasi

Sabtu 07 Mar 2026 - 07:00 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

ACEH, BACAKORAN.CO – Isu mengenai ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memicu keresahan di masyarakat. 

Pernyataan soal stok BBM yang disebut hanya tersisa sekitar 20 hari sempat membuat warga di sejumlah daerah berbondong-bondong mengantre di SPBU, termasuk di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Klarifikasi Menteri ESDM: Stok BBM Masih Aman

Bahlil menegaskan bahwa kapasitas penyimpanan minyak di Indonesia sejak lama memang hanya mampu menampung stok sekitar 25 hari. 

BACA JUGA:Bukan Karena Konflik Global, Pertamina Ungkap Alasan Sebenarnya Harga BBM Nonsubsidi Naik!

BACA JUGA:Jelang Lebaran, Semua BBM Mengalami Kenaikan, Mulai dari Pertamina sampai Shell, Ini List Harganya!

Menurutnya, hal ini bukanlah kondisi baru, melainkan sudah menjadi standar sejak dahulu. 

Saat ini, stok BBM nasional berada di kisaran 23 hari, sehingga masih dalam batas aman.

“Standar minimal ketersediaan kita itu di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari, artinya standar kepemilikan minyak kita aman. Jadi tidak perlu ada panic buying, supply tetap lancar,” ujar Bahlil.

Ia juga menekankan bahwa angka stok 20 hari bukan berarti Indonesia hanya memiliki pasokan untuk 20 hari ke depan. 

Produksi dan distribusi BBM terus berjalan setiap hari, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan bahan bakar.

Diversifikasi Pasokan Minyak Mentah

Bahlil menjelaskan, sebagian minyak mentah Indonesia memang berasal dari kawasan Timur Tengah dengan porsi sekitar 20–25 persen. 

Namun, pemerintah telah melakukan diversifikasi pasokan untuk mengantisipasi dampak konflik geopolitik yang berpotensi mengganggu jalur distribusi, termasuk di Selat Hormuz.

“Kami sudah switch dari Middle East, kita ambil dari Amerika, kemudian Nigeria, dan Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying,” tegasnya.

Untuk jenis solar, Indonesia kini sudah mampu memproduksi sepenuhnya di dalam negeri. 

Sementara bensin sebagian besar masih diimpor dari Singapura dan Malaysia, serta dipenuhi dari kilang domestik.

Antrean Panjang di Aceh: Warga Khawatir Kehabisan BBM

Kategori :