Diselundupkan ke Rusia: Mojtaba Khamenei Jalani Operasi Rahasia di Istana Putin!

Senin 16 Mar 2026 - 21:46 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menjadi sorotan internasional setelah muncul laporan mengejutkan mengenai evakuasi rahasia dirinya ke Rusia.

Menurut pemberitaan Metro.co.uk dan surat kabar Kuwait, Al-Jarida, Mojtaba dikabarkan mengalami luka serius akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut menghantam bunker yang menjadi tempat persembunyian keluarga besar Khamenei, menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah anggota keluarga lainnya.

Mojtaba sendiri berhasil diselamatkan, namun dalam kondisi kritis sehingga harus segera dievakuasi keluar dari Iran.

BACA JUGA:6.812 Personel Gabungan Jaga 133 Masjid dan Obyek Vital selama Hari Raya Idulfitri

BACA JUGA:Sidang Isbat Awal Syawal 1447 H Digelar 19 Maret, Kemenag Pantau Hilal di 117 Titik!

Evakuasi dilakukan secara diam-diam menggunakan pesawat militer Rusia. Mojtaba diterbangkan langsung ke Moskow dengan pengamanan ketat.

Setibanya di Rusia, ia disebut menjalani operasi darurat di salah satu istana kepresidenan Presiden Vladimir Putin.

Laporan Al-Jarida menyebutkan bahwa operasi tersebut berjalan sukses dan berhasil menyelamatkan nyawanya, meski kondisi kesehatan Mojtaba masih menjadi tanda tanya besar di tengah publik.

Fakta bahwa operasi dilakukan di lokasi yang sangat eksklusif menambah dramatisasi cerita ini, sekaligus memperlihatkan betapa pentingnya hubungan strategis antara Iran dan Rusia dalam situasi genting.

BACA JUGA:Musim Kemarau Telah Tiba! Kementan Serukan Petani Tanam Varietas Padi Adaptif Ini

BACA JUGA:Puncak Arus Mudik Lebaran 2026: Fakta Mengejutkan yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Berangkat!

Di tengah kabar mengenai kesehatannya, Mojtaba Khamenei merilis sebuah pernyataan penuh amarah.

Ia menegaskan tekad untuk membalas dendam terhadap AS dan Israel, menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang tidak akan dibiarkan begitu saja.

Nada keras dalam pernyataannya memperlihatkan bahwa meski dalam kondisi terluka, Mojtaba berusaha menunjukkan kekuatan politik dan militernya sebagai pemimpin baru Iran.

Kategori :