3 Polisi Gadungan Culik 3 Pelajar, Minta Tebusan Kepada Orang Tua Korban

Kamis 26 Mar 2026 - 12:14 WIB
Reporter : Doni Bae
Editor : Doni Bae

BACAKORAN.CO -- Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap kasus dugaan penculikan 3 pelajar yang dilakukan 3 orang yang mengaku sebagai polisi alias polisi gadungan.

Peristiwa dugaan penculikan itu terjadi di Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten.

Modusnya, para pelaku menuduh jika para korban adalah pengedar narkotika sintetis. Kemudian para korban dibawa menggunakan mobil dan di borgol

Lalu para pelaku mengintimidasi korban dan meminta uang tebusan kepada  orang tua korban.

BACA JUGA:Polisi Gadungan di Makassar Dicegat Warga Usai Peras Pelajar SMA dengan Modus Razia Narkoba

BACA JUGA:Jaksa Gadungan Bersenpi di Pamulang Ditangkap: Modus ‘Bintang Satu’ Rugikan Korban hingga Rp310 Juta

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari menjelaskan, 3 pelaku yang berhasil diamankan berinisial LE (28), LA alias AL (38), dan AP alias R (38).

Jauhari menjelaskan, peristiwa dugaan penculikan itu dilakukan para pelaku dengan berpura-pura sebagai polisi yang  mencari seseorang yang diduga terlibat peredaran narkotika sintetis.

Para pelaku kemudian membawa 3 pelajar yaitu V (16), FHR (16), FJR (15) dengan tuduhan terlibat kasus narkoba. "Korban kemudian dibawa ke dalam mobil, diborgol, dan dipaksa ikut berkeliling sambil diintimidasi," jelasnya.

Di dalam mobil, para pelaku menghubungi orang tua korban dengan mengatakan jika para korban terlibat kasus narkoba. Lalu para pelaku mengaku bisa 'berdamai' jika orang tua korban bisa menyiapkan sejumlah uang.

BACA JUGA:SUV 7 Penumpang Chery Tiggo 9L Muncul di Auto Shanghai, Desain Gagah yang Siap Tantang Fortuner dan Pajero

BACA JUGA:Akhirnya Rilis! Samsung Galaxy A57 5G Naik Level di Semua Sisi, Dari AI Sampai Daya Tahan, Worth It Dibeli?

"Pelaku meminta uang kepada orang tua korban sebagai tebusan. Dalam salah satu kasus, orang tua korban sempat mentransfer uang sebesar Rp 100 ribu," ujar Jauhari.

Untuk menyakinkan para korban jika pelaku adalah polisi, para pelaku sempay membawa korban dengan kendaraannya melintas di depan kantor polisi.

"Ini dilakukan untuk memperkuat seolah-olah mereka benar anggota polisi, padahal semuanya adalah modus untuk menakut-nakuti korban," jelasnya.

Karena permintaan uang tidak terpenuhi sepenuhnya, para pelaku akhirnya menurunkan korban di jalan.

BACA JUGA:Pendaftaran Polri 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Jadwal Lengkap hingga Lulus, Banyak Terlewat di Tahap Ini

BACA JUGA:Pemerintah Gaspol, Bahlil Ungkap 13 Proyek Hilirisasi Rp239 Triliun Segera Final

Dijelaskan Jauhari, peristiwa dugaan penculikan ini akhirnya terungkap setelah keluarga korban bersama warga melakukan upaya pancingan. 

Saat pelaku datang ke lokasi yang telah disepakati, warga langsung mengamankan dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Ada pun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain borgol, pakaian menyerupai atribut polisi, tanda pengenal, satu unit mobil, serta telepon genggam yang digunakan dalam aksi kriminal tersebut.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 482 dan/atau Pasal 483 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pemerasan dan pengancaman, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

BACA JUGA:Pria Asal Malang Dikeroyok dan Mobil Dirusak Debt Collector di Bali, Ternyata Pelaku Positif Narkoba

BACA JUGA:Dikeroyok saat Tegur Pemuda Mabuk, Brimob di Dompu Maafkan Para Pelaku

"Kami tegaskan, jika ada pihak yang mengaku sebagai anggota kepolisian, masyarakat berhak meminta identitas resmi dan memastikan kebenarannya. Segera laporkan jika ada hal mencurigakan," tegasnya.

Kategori :