Resmi Gabung Perang dengan Iran, Rudal Balistik Houthi Hujani Israel, Mencapai Target?

Minggu 29 Mar 2026 - 12:05 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

BACAKORAN.CO - Kelompok Houthi di Yemen sekarang resmi terlibat dalam konflik yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Rudal balistik yang ditembakkan ke Israel adalah ciri keterlibatan Houthi dalam perang Iran.

Serangan tersebut diumumkan langsung oleh juru bicara militer Houthi, Yahya Saree melalui siaran televisi Al Masirah pada Sabtu (28/3/2026).

Ia menegaskan bahwa aksi militer ini bukan yang terakhir.

BACA JUGA:Kapal Tanker Pertamina Diinfokan Tertahan di Teluk Arab, Iran Beri Sinyal Bisa Melintas Selat Hormuz!

BACA JUGA:Teheran Makin Membara, Rudal Iran Hantam Pangakalan Udara Saudi, Pesawat dan Tentara As Jadi Sasaran!

“Serangan akan berlanjut hingga tujuan yang dinyatakan tercapai, seperti yang dinyatakan dalam pernyataan sebelumnya oleh angkatan bersenjata, dan hingga agresi terhadap semua front perlawanan berhenti,” kata Saree, dikutip dari Al Jazeera.

Di sisi lain, militer Israel mengklaim berhasil mencegat satu rudal yang diluncurkan oleh Houthi sebelum mencapai targetnya.

Sinyal keterlibatan kelompok ini sebenarnya sudah terlihat sehari sebelumnya.

Saree juga menyebutkan bahwa pihaknya telah menargetkan lokasi militer sensitif di wilayah selatan Israel.

BACA JUGA:Nasdaq Anjlok, Saham Teknologi AS Tertekan Akibat Konflik Iran dan Sentimen Pasar

BACA JUGA:Info Pencairan Bansos Kemensos April 2026, Begini Cara Cek Penerima Cukup Mudah Hanya KTP dari Link Resmi Ini!

Tak lama setelah itu, sirene peringatan serangan udara berbunyi di sejumlah wilayah, termasuk sekitar Beer Sheba dan area dekat pusat penelitian nuklir Israel.

Sebelumya serangan rudal Iran telah mendarat dan menghantam Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, dan melukai 10 tentara Amerika Serikat (AS) yang berada di lokasi.

Dalam serangan ini, terdapat laporan yang menyebutkan dua tentara di antaranya menderita luka serius.

Disisi lain dari serangan rudal Iran, sejumlah pesawat pengisi bahan bakar milik AS turut mengalami kerusakan.

Mengutip laporan The Wall Street Journal, Jumat (27/3), serangan tersebut tidak hanya menggunakan rudal balistik, tetapi juga melibatkan kawanan pesawat tanpa awak (drone).

BACA JUGA:Nasdaq Anjlok, Saham Teknologi AS Tertekan Akibat Konflik Iran dan Sentimen Pasar

BACA JUGA:Serangan Rudal Iran ke Tel Aviv: Situasi Terkini, Dampak, dan Respons Israel

Komando Pusat AS (CENTCOM) telah melaporkan bahwa lebih dari 300 tentara Amerika telah terluka selama empat minggu berkecamuknya perang dengan Iran. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memprediksi perang dengan Iran ini masih akan berlanjut selama dua hingga empat minggu ke depan.

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengklaim Iran memberikan hadiah dengan mengizinkan sejumlah kapal melintasi selat Hormuz. Korps Garda Revolusi Islam Iran menuding Trump melakukan kebohongan.

"Pagi ini, menyusul pernyataan palsu dari Presiden AS yang korup yang mengklaim bahwa Selat Hormuz terbuka, tiga kapal kontainer dari berbagai negara bergerak menuju koridor yang ditentukan untuk lalu lintas kapal yang diizinkan, tetapi dipulangkan kembali setelah peringatan dari Angkatan Laut IRGC," kata Korps Garda dalam sebuah unggahan di media sosial, dikutip Bacakoran.co dari Detiknews, Jum'at (27/3/2026).

Kategori :