Selat Hormuz Dibuka Lagi! Kapal Barat Pertama Nekat Melintas di Tengah Ancaman Iran

Sabtu 04 Apr 2026 - 11:14 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

Reuters melaporkan bahwa kapal tersebut telah menyelesaikan perjalanan melewati selat, meski pihak Mitsui OSK menolak mengungkapkan detail negosiasi yang mungkin dilakukan untuk memungkinkan pelayaran itu.

BACA JUGA:Geger, Susu MBG Diperjualbelikan di Minimarket di Harga Rp4000, BGN Ungkap Fakta Ini!

BACA JUGA:Siap-siap Kena Sanksi, Mensos Peringatkan ASN yang Liburan Saat WFH Bisa Turun Pangkat atau Dipecat!

Fakta ini menunjukkan adanya koordinasi internasional yang semakin intensif untuk menjaga agar jalur vital ini tetap terbuka.

Pekan ini, Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, menegaskan perlunya tindakan terkoordinasi dari lebih 40 negara untuk menekan Iran agar membuka kembali selat tersebut.

Ia juga menyatakan Inggris akan "secara komprehensif menolak" setiap upaya mengenakan biaya jutaan dolar kepada kapal untuk melintas, praktik yang dijuluki sebagai "gerbang tol Teheran".

Sementara itu, PBB mempertimbangkan opsi membuka koridor pelayaran kemanusiaan untuk memastikan pasokan pupuk tetap mengalir, mengingat jalur ini juga penting bagi perdagangan bahan baku pertanian.

BACA JUGA:Putin Soroti Konflik Timur Tengah, Rusia Siap Turun Tangan Bantu Stabilitas Kawasan

BACA JUGA:Di Persidangan, Kerry Riza Ungkap Peran Sang Ayah dalam Akuisisi Terminal OTM, Terlibat Jauh?

Penutupan jalur sebelumnya telah mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran krisis pangan global.

Para pemimpin internasional dijadwalkan bertemu pekan depan untuk membahas langkah lanjutan, termasuk pembersihan ranjau laut serta penyelamatan kapal yang terjebak.

Presiden AS Donald Trump bahkan menulis di platform Truth Social: "Dengan sedikit lebih banyak waktu, kami dapat dengan mudah MEMBUKA SELAT HORMUZ, MENGAMBIL MINYAKNYA, DAN MENDAPATKAN KEUNTUNGAN BESAR. Ini akan menjadi 'semburan besar' bagi dunia???".

Pernyataan tersebut menegaskan betapa pentingnya jalur ini bagi kepentingan energi dan ekonomi global, sekaligus menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan masih jauh dari selesai.

Kategori :