Bukannya Minta Maaf, Juri LCC MPR Justru Diduga Unggah Sindiran di Status WA, Publik Murka Tuntut Pemecatan!

Rabu 13 May 2026 - 12:00 WIB
Reporter : Eko
Editor : Tri

Ironisnya untuk jawaban yang sama ini, juri yang bersangkutan justru memberikan nilai dan menyatakan, "Benar."

Hal ini tentu saja memicu protes dari perwakilan SMAN 1 Pontianak pada fase rebutan.

Siswi Regu C2 mencoba mengklarifikasi hak mereka dengan sikap yang sangat sopan dan tenang.

"Kami sudah jawab sama persis tadi... kami sebutkan 'pertimbangan DPD' kok," ujar peserta tersebut.

BACA JUGA:Korban Lengah, Pencuri Ambil Kunci dan Larikan Motor, Pelaku Tertangkap di Kabupaten Sebelah

Namun, juri Dyastasita berdalih untuk mempertahankan keputusannya dengan mengatakan, "Tidak kedengaran dengan jelas... artikulasi kurang jelas."

Saat siswi tersebut mencoba menjelaskan kembali, dewan juri lain yakni Indri Wahyuni, S.IP., M.A., yang juga menjabat Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, justru menimpali dengan pernyataan, "Mohon diterima ya adik-adik... mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja."

Pada akhirnya, protes tidak digubris dan SMAN 1 Pontianak harus puas di posisi kedua di bawah SMAN 1 Sambas.

Dalam ajang sekelas Cerdas Cermat Empat Pilar MPR, parameter penilaian mutlak seharusnya bertumpu pada substansi jawaban, bukan sekadar alasan artikulasi yang sebenarnya masih dapat terdengar jelas melalui perangkat pengeras suara.

BACA JUGA:3 Kecamatan di Kabupaten Ini Masuk Zona Waspada Karhutla, Status Siaga 123 Hari

Sikap dewan juri yang defensif, enggan menganulir kesalahan dan justru berlindung di balik otoritas mereka dinilai dapat memberikan dampak psikologis yang merugikan.

Hal ini berpotensi mematikan daya kritis siswa dan merusak esensi kompetisi yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas dan kebenaran akademis.

Komentar pedas dari warganet pun langsung membanjiri cuitan viral tersebut. Banyak yang merasa kecewa dengan sikap para pengambil keputusan di acara tersebut.

"Typical boomer, dia yang budeg tapi orang lain yang disalahin artikulasinya.. pantes generasi kita melempem, yang kritis begini malah disalah salahin, harusnya kalo udah tau keputusan juri salah ya gapapa anulir aja, minta maaf, ganti pertanyaannya," tulis akun @Abikabsyo88.

Kritikan lain juga menyoroti integritas acara kompetisi nasional tersebut.

"Yg menjawab bener malah di kurangi nilainya yg copy paste justru di benarkan , ini wajah negara +62 saat ini," tulis akun @sukabasabasi_.

Kategori :