BACAKORAN.CO – Update manipulaso data pakai AI 2 orang yang diduga kuat merupakan alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kini tengah menjadi sorotan setelah dituding memalsukan riset menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Peristiwa yang mencoreng ekosistem pendidikan ini terungkap secara mengejutkan dalam ajang bergengsi International Symposium on Pneumococci and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang digelar di Kopenhagen, Denmark.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, informasi ini meledak dan viral di platform media sosial X.
Sebuah unggahan dari akun dengan nama pengguna @direktoridosen (Dosen Kesayanganmu) menjadi pemantik diskusi hangat.
Utas tersebut membeberkan modus operandi yang diduga digunakan pelaku, yakni nekat berganti nama ketika mempresentasikan materi di hadapan para ahli pneumonia tingkat dunia.
Warganet di kolom komentar juga menyoroti inisial R dan P, mahasiswa Matematika angkatan 2014 dan 2015.
Menanggapi kegaduhan yang beredar begitu cepat ini, pihak rektorat UNY langsung mengambil langkah.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof Nur Hidayanto, segera melakukan verifikasi terhadap pangkalan data lulusan kampus.
Beliau membenarkan bahwa 2 nama yang santer disebut di linimasa memang tercatat sebagai alumni, namun institusi belum berani menyimpulkan apakah orang tersebut adalah individu yang sama dengan sosok yang viral di internet.
"Dua nama itu memang ada di database kami, tapi kami enggak tahu namanya itu sama atau tidak, kan kami enggak tahu," tegas Prof Nur Hidayanto saat dikonfirmasi dikutip bacakoran.co dari kompas.com pada rabu 27 Mei 2026.
Penelusuran Internal Kampus
Hingga saat ini, pihak UNY belum menerima laporan resmi dari panitia penyelenggara ISPPD di Kopenhagen terkait skandal 2 alumni tersebut.
Proses penelusuran internal sedang digenjot guna mengungkap fakta sebenarnya tanpa tergesa-gesa memberikan sanksi.
"Kami baru menelusuri, kami diskusikan dengan tim. Nuwun sewu (mohon maaf) nggih saya enggak tahu orangnya sama atau tidak," ucapnya menambahkan.