"Kami juga memohon maaf bahwa dalam beberapa abstrak dan presentasi terdapat penggunaan AI secara berlebihan dan tidak semestinya, termasuk kombinasi falsfying AI dalam proses penyusunan, framing, dan representasi penelitian," ungkap mereka dalam surat resmi tersebut.
BACA JUGA:Indonesia Pertimbangkan Sanksi untuk 10 Perusahaan Sawit Terkait Manipulasi Faktur Ekspor
Tidak berhenti di situ saja, mereka juga secara sadar mencatut institusi resmi dan memanipulasi nama individu yang seolah-olah terlibat.
Mereka menyatakan, "Terkait afiliasi, kami memohon maaf bahwa beberapa institusi dicantumkan tanpa izin maupun keterlibatan resmi dari institusi terkait."
Kelompok ini juga mengakui kesalahan fatal terkait presentasi di hadapan publik dengan menyebutkan, "adanya presentasi yang diwakili oleh satu orang untuk beberapa nama penulis sekaligus".
Mereka menyatakan penyesalan mendalam dan berjanji menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran besar, serta menutup surat permohonan maaf tersebut dengan kalimat, "Hormat kami, Rifaldy dan Tim".
Oknum Peneliti Indonesia Diduga Manipulasi Data Demi Liburan Gratis, Begini Modus Pelaku
Skandal dugaan pemalsuan riset terorganisir oleh sekelompok oknum yang mengatasnamakan ilmuwan Indonesia tengah menjadi sorotan tajam di kancah internasional.
Kasus ini pertama kali meledak setelah terungkap dalam sebuah konferensi ilmiah bergengsi di Kopenhagen, Denmark.
Kabar mengejutkan ini mulai mencuat ke publik melalui platform media sosial X dan thread.
Akun pengguna bernama Ardianto Satriawan dengan nama pengguna ardisatriawan pada tanggal 25 Mei 2026 membagikan sebuah utas yang langsung mendapatkan perhatian luas, mencapai 2,6 juta tayangan.
BACA JUGA:Memilukan! Terekam CCTV, Selebgram Diduga Hantam WNA hingga Tewas di Area Blok M
Dalam cuitannya, ia menyoroti dugaan beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir yang terungkap di konferensi ilmiah di Denmark.
Ardianto juga menegaskan bahwa kasus ini harus segera diselesaikan karena berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.
Kronologi dan Modus Operandi Pelaku
Berdasarkan tangkapan layar utas dari pengguna X mandharabrasika yang dibagikan ulang oleh Ardianto, terungkap berbagai kejanggalan dari penelitian tersebut.
Sang penulis utas menyebutkan bahwa salah seorang pelaku bahkan melakukan pemalsuan identitas dengan berganti nama saat presentasi.
BACA JUGA: Waduh, Ini Kesaksian Mata Penyerangan Rombongan Bobotoh Persib, Bawa Senjata Tajam di Tengah Euforia