Skandal Hanania Travel: Modus Gali Lubang Bikin Rp60 Miliar Uang Jemaah Raib, Bos Dijemput Paksa Polisi

Sabtu 30 May 2026 - 11:00 WIB
Reporter : Agus
Editor : Bima

Proses hukum akhirnya berjalan secara tegas.

Pada malam hari tanggal 28 Mei 2026, Farhan dibawa paksa oleh pihak kepolisian menuju Polda Metro Jaya.

Saat ini bos biro perjalanan tersebut sedang menjalani serangkaian pemeriksaan intensif.

BACA JUGA:Sebelum Dicekik, Dibakar dan Dibuang ke Sungai, Korban dan Mantan Kekasihnya Sempat Berhubungan Badan 4 Kali

Meski belum ada penetapan status tersangka atau penahanan resmi di rumah tahanan, para pelaku dibidik dengan dugaan pelanggaran Pasal 492, Pasal 486, dan Pasal 607 KUHP tentang penipuan serta penggelapan.

Lebih jauh lagi, kepolisian membuka kemungkinan untuk menerapkan jeratan Tindak Pidana Pencucian Uang guna melacak aliran dana 60 miliar rupiah yang raib tersebut.

Panduan Pencegahan Penipuan Biro Perjalanan Umrah

Bagi kamu yang sedang merencanakan ibadah ke Tanah Suci, ada beberapa panduan pencegahan agar terhindar dari jerat penipuan biro perjalanan bermasalah.

1. Selalu lakukan validasi legalitas.

Pastikan kamu mengecek situs resmi Kementerian Agama untuk melihat apakah perusahaan tersebut memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah.

2. Lakukan pembayaran bertahap.

BACA JUGA:Edan! Oknum Kiai di Pekalongan Tega Cabuli 25 Santriwati Hingga Hamil Selama 12 Tahun Berkedok Agama

Jangan pernah melunasi 100 persen biaya di awal tanpa adanya jaminan. Lakukan transaksi secara bertahap dan pastikan ada kontrak hitam di atas putih yang jelas.

3. Tuntut transparansi dokumen.

Mintalah bukti fisik pemesanan tiket pesawat, bukti pemesanan hotel, dan visa sebelum kamu melakukan pelunasan akhir.

4. Jangan mudah tergiur harga.

Hindari agen perjalanan yang terlalu agresif dalam berpromosi atau memberikan janji harga yang jauh di bawah standar rasional pasar.

5. Tertib administrasi.

Pastikan kamu menyimpan seluruh bukti obrolan, bukti transfer dana, kwitansi resmi, dan rekaman percakapan sebagai barang bukti perlindungan hukum.

BACA JUGA:Edan! Oknum Kiai di Pekalongan Tega Cabuli 25 Santriwati Hingga Hamil Selama 12 Tahun Berkedok Agama

Reaksi Dan Kemarahan Warganet

Kejadian yang menghilangkan uang jerih payah warganet ini memicu simpati dan amarah publik di media sosial, di mana warganet menyoroti kelemahan sistem pengawasan biro perjalanan ibadah.

"Lagi lagi penipuan lewat travel kaya gini, korban banyak karena kemungkinan besar percaya jadi ga cek lagi udah gitu pasti tergiur harga murah dibanding tempat lain deh, kasian banget," tulis @lightylatte.

Kategori :