Menghindari mengonsumsi es saat tubuh sedang sangat kepanasan.
Dengan mengatur kecepatan makan dan minum, risiko mengalami brain freeze dapat berkurang secara signifikan.
BACA JUGA:Hidup Sehat Bukan Musiman: Cara Sederhana Cegah Diabetes dan Obesitas Sejak Dini
Brain Freeze, Fenomena Sepele yang Menarik Diteliti
Meski hanya berlangsung singkat, brain freeze menjadi salah satu fenomena tubuh yang menarik perhatian para ilmuwan.
Respons sederhana terhadap suhu dingin ternyata melibatkan pembuluh darah, sistem saraf, hingga mekanisme persepsi nyeri di otak.
Jadi, jika suatu saat dahi terasa nyut-nyutan saat menikmati es krim favorit, tidak perlu panik.
Kemungkinan besar itu hanyalah brain freeze, reaksi alami tubuh yang datang tiba-tiba lalu menghilang dengan sendirinya.