BACAKORAN.CO – Bentrok fisik antara aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan warga RW 10 Lenteng Agung, Jakarta Selatan, terjadi pada Rabu, 10 Juni 2026 pagi.
Peristiwa bermula sekitar pukul 06.50 WIB saat rombongan TNI tiba di lokasi memicu ketegangan yang berujung dorongan, pukulan, dan tuduhan penggunaan palu untuk memukul warga.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius atas penanganan pengosongan area pemukiman yang diduga rumah dinas.
Warga melaporkan akses listrik diputus total, sementara barang-barang mereka diangkut ke truk.
Video kejadian yang diunggah Serikat Mahasiswa Progresif UI @semarui.
Menurut akun X @semarui pada Rabu, 10 Juni 2026 pukul 08.37 WIB, peristiwa dimulai ketika warga perempuan memasak di dapur umum untuk persiapan.
Ketegangan pertama pecah pukul 07.22 WIB di Gang Kantin saat warga menghadang aparat.
Aparat kemudian melakukan tindakan represif berupa dorongan dan pukulan.
BACA JUGA:Duh! Ini Penyebab Pertamax Naik Tajam ke Rp16.250 per Liter, Pertalite Tetap Rp10 Ribu
“Warga mendapatkan kekerasan fisik berupa dorongan, pukulan, tendangan, hingga diinjak-injak. Bahkan, aparat terpantau menggunakan palu sebagai alat untuk memukul warga,” tulis @semarui.
Gesekan berlanjut di sekitar pintu masjid antara pukul 07.27-07.30 WIB.
Pihak TNI memutus akses listrik pada pukul 07.30 WIB, kemudian merangsek masuk ke area pemukiman pukul 07.32 WIB.
Video yang beredar menunjukkan kerumunan massa padat di gang sempit dengan personel TNI berpakaian loreng berbaur dengan warga sipil.
BACA JUGA:Mengapa Polisi Ikut Urus Gizi dan Pangan? Fakta UU Polri Baru yang Baru Disahkan Pemerintah