Stop Panik! Peneliti Ungkap Cara Paling Efektif Menghadapi Anak Tantrum

Jumat 03 Jul 2026 - 17:30 WIB
Reporter : Vanny
Editor : Vanny

Setelah tangisan mulai berkurang, orang tua dapat mengajak anak membaca buku, bermain, atau memperhatikan benda yang menarik.

6. Ajarkan Anak Mengenali Emosi

Menurut penelitian, anak yang diajarkan mengenali emosi sejak dini memiliki kemampuan regulasi emosi yang lebih baik.

Biasakan mengenalkan berbagai ekspresi seperti senang, sedih, marah, takut, dan kecewa agar anak belajar mengungkapkan perasaan melalui kata-kata, bukan melalui ledakan emosi.

7. Konsisten dengan Aturan

Konsistensi merupakan salah satu kunci dalam membentuk perilaku anak.

Jika suatu aturan diterapkan hari ini, maka aturan yang sama sebaiknya tetap berlaku keesokan harinya. Ketidakkonsistenan membuat anak bingung dan meningkatkan kemungkinan tantrum berulang.

BACA JUGA:Cara Aman Menyalip Mobil di Jalan Tol dengan Transmisi Matic, Jangan Asal Injak Gas!

BACA JUGA:Piala Dunia 2026: Jadwal Live Australia vs Mesir, Siapa ke Babak 16 Besar?

Tantrum Perlu Diwaspadai Bila Terjadi Berlebihan

Meski merupakan bagian normal dari perkembangan, beberapa penelitian menyebutkan bahwa tantrum perlu mendapat perhatian lebih apabila terjadi sangat sering, berlangsung lebih dari 15–25 menit hampir setiap hari, disertai perilaku melukai diri sendiri atau orang lain, serta masih sering terjadi setelah usia sekitar lima tahun.

Dalam kondisi tersebut, orang tua dianjurkan berkonsultasi dengan psikolog atau dokter spesialis anak untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Pada akhirnya, berbagai jurnal ilmiah sepakat bahwa tujuan utama menghadapi tantrum bukan sekadar menghentikan tangisan anak secepat mungkin, melainkan membantu mereka belajar mengenali, mengendalikan, dan mengekspresikan emosinya dengan cara yang sehat.

Kesabaran, konsistensi, serta komunikasi yang hangat menjadi fondasi utama agar anak tumbuh dengan kemampuan regulasi emosi yang baik di masa depan.

Kategori :