Sebaliknya, berbicara dengan suara lembut dan menjaga ekspresi tetap tenang dapat membantu anak merasa lebih aman sehingga emosinya perlahan mereda.
2. Pastikan Anak Tetap Aman
Saat tantrum, beberapa anak dapat memukul, menendang, membenturkan kepala, atau melempar benda.
Peneliti menyarankan agar orang tua memindahkan benda berbahaya dan menjaga keselamatan anak tanpa menggunakan kekerasan fisik.
BACA JUGA:Jongkok Ala Asia Viral di Internet, Ternyata Gerakan Sederhana Ini Punya Manfaat Besar untuk Tubuh
BACA JUGA:Gile, 3 Hari sejak Penayangan Perdana di Bioskop, Film Semua Baik-Baik Saja Sedot 300 Ribu Penonton
3. Jangan Langsung Menuruti Semua Permintaan
Memberikan apa yang diinginkan anak hanya agar tangisnya berhenti memang terlihat praktis.
Namun berbagai penelitian perilaku menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut justru memperkuat perilaku tantrum karena anak belajar bahwa menangis adalah cara efektif memperoleh keinginannya.
4. Validasi Perasaan Anak
Penelitian mengenai perkembangan emosi menunjukkan bahwa anak lebih mudah tenang ketika perasaannya diakui.
Kalimat sederhana seperti, "Ayah tahu kamu sedang kecewa," atau "Ibu mengerti kamu sedang marah," dapat membantu anak merasa dipahami tanpa harus memenuhi seluruh keinginannya.
BACA JUGA:Kejagung Seret Perwira Polisi Ini Masuk Penjara, Terlibat Korupsi Penjualan Ompreng MBG
BACA JUGA:Teh Hijau Tanpa Gula, Minuman Sederhana dengan Segudang Manfaat yang Sering Diremehkan
5. Alihkan Perhatian Setelah Emosi Mulai Mereda
Studi dalam psikologi perkembangan menemukan bahwa teknik distraksi atau pengalihan perhatian cukup efektif pada balita.