MBG Libur, Warganet Kaitkan Harga Pangan Mulai Turun, Bagaimana Kalau Libur Selamanya?

Selasa 07 Jul 2026 - 15:33 WIB
Reporter : Doni Bae
Editor : Doni Bae

BACAKORAN.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memasuki masa libur memicu perbincangan di media sosial.

Sejumlah warganet mengaitkan penghentian sementara distribusi makanan dengan turunnya harga sejumlah bahan pangan, seperti cabai, telur, dan ayam.

Namun, di sisi lain, ada pula yang mengeluhkan kenaikan harga komoditas lain serta menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan program tersebut.

Komentar itu bermunculan dalam sebuah unggahan yang membahas kondisi harga kebutuhan dapur selama masa libur MBG. Salah satu akun media sosial facebook, @Putra Putra Kelima, menulis bahwa harga beberapa komoditas mengalami penurunan.

BACA JUGA:Kejagung Seret Perwira Polisi Ini Masuk Penjara, Terlibat Korupsi Penjualan Ompreng MBG

BACA JUGA:Menteri Desa Yandri Susanto Dihujat Keras: Klaim Orang Desa Jarang Konsumsi Telur dan Daging Ayam Tanpa MBG

"Sejak MBG libur, harga cabe turun, telor turun, ayam turun. Gimana kalau MBG libur selamanya, setuju nggak bun," tulis akun tersebut.

Namun, akun yang sama juga mengaku masih menemukan kenaikan harga pada komoditas lain. "Tapi sekarang harga sagu naik. Dari satu kilo Rp9 ribu, sekarang jadi Rp14 ribu per kilogram," tulisnya dalam komentar lanjutan.

Unggahan itu kemudian memancing beragam respons dari pengguna media sosial lainnya. Sebagian besar menyatakan setuju dengan pendapat tersebut, meski alasan yang disampaikan berbeda-beda.

Akun @Zaky Khairullah, misalnya, berpendapat makanan akan lebih bergizi jika dimasak langsung oleh keluarga di rumah. "Setuju, biar emak-emaknya yang masak lebih bergizi," tulisnya.

BACA JUGA:Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.110 per Dolar AS, Emas Turun dan Yen Masih Tertekan

BACA JUGA:Modus Minta Diantar, Tiga Penggelap Motor di Lubuklinggau Diciduk Polisi

Komentar serupa datang dari akun @Baina Ad Baina, @Rohana Wati, dan @Rosidah Ilyas Real yang sama-sama menyatakan persetujuan. Sementara akun @Evi Susanti Suardi menuliskan komentar singkat, "Bubar ke lah."

Di sisi lain, ada pula warganet yang mengaku belum pernah merasakan manfaat program MBG. Akun @Juwita Juwik menulis, "Di JLR 10 Telang tempat kami tidak pernah dapat MBG."

Perbincangan tersebut menunjukkan bahwa libur Program Makan Bergizi Gratis dan dampaknya terhadap harga kebutuhan pokok masih menjadi perhatian masyarakat.

Meski demikian, komentar-komentar di media sosial merupakan pendapat pribadi pengguna dan belum dapat dijadikan bukti bahwa perubahan harga bahan pangan disebabkan secara langsung oleh liburnya program MBG.

BACA JUGA:Kaban Kesbangpol Lahat Didemo, Buntut Pesan Pribadi yang Membuat Risih Seorang Perempuan

BACA JUGA:Harga Kopi Robusta Lampung Tembus Tertinggi 2026, Petani Diminta Waspada Pupuk Palsu yang Marak Beredar

Harga cabai, telur, ayam, maupun komoditas pangan lainnya dipengaruhi banyak faktor, mulai dari musim panen, pasokan, distribusi, biaya logistik, hingga tingkat permintaan di pasar.

Karena itu, hubungan sebab-akibat antara penghentian sementara MBG dengan penurunan harga pangan masih memerlukan data dan kajian yang lebih komprehensif.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai apakah masa libur MBG berdampak terhadap penurunan harga bahan pangan di pasar maupun terkait keluhan warga yang mengaku belum menerima manfaat program tersebut.

Kategori :