Saham Murah di IHSG, Kapan Waktu Tepat Beli Sebelum Naik?

Kamis 09 Jul 2026 - 09:36 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Beberapa kondisi yang sering dianggap sebagai momentum menarik membeli saham antara lain:

BACA JUGA:Nasdaq Anjlok, Saham Teknologi AS Tertekan Akibat Konflik Iran dan Sentimen Pasar

Dengan strategi bertahap, investor dapat mengurangi risiko membeli seluruh saham pada harga yang belum tentu menjadi titik terendah.

Jangan Hanya Tergiur Harga Murah

Kesalahan yang cukup sering dilakukan investor pemula adalah membeli saham hanya karena harganya sudah turun dalam.

Padahal terdapat kemungkinan perusahaan memang sedang mengalami penurunan kinerja, menghadapi masalah keuangan, atau prospek bisnisnya memburuk.

Karena itu, investor perlu memperhatikan beberapa aspek sebelum membeli, seperti:

BACA JUGA:IHSG Hari Ini Menguat 1,19 Persen, Sesi I Ditutup di Level 7.105 Ini Daftar Saham Top Gainers

Analisis fundamental tetap menjadi dasar utama dalam menentukan keputusan investasi jangka panjang.

Diversifikasi Tetap Penting

Selain memilih saham yang memiliki valuasi menarik, investor juga disarankan menerapkan prinsip diversifikasi.

Artinya, dana investasi tidak ditempatkan hanya pada satu saham atau satu sektor usaha saja.

Dengan memiliki portofolio yang beragam, risiko kerugian dapat ditekan apabila salah satu sektor mengalami perlambatan.

Diversifikasi dapat dilakukan dengan memilih saham dari sektor perbankan, konsumsi, energi, infrastruktur, kesehatan, maupun teknologi sesuai profil risiko masing-masing investor.

BACA JUGA:Freeport Dikuasai RI! Saham Indonesia Naik Jadi 63%, Kontrak Tambang Meledak Hingga 2061

Risiko yang Harus Dipahami

Investasi saham selalu memiliki risiko. Harga dapat naik maupun turun dalam waktu singkat tergantung kondisi pasar.

Beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain:

Karena itu, investor sebaiknya memiliki tujuan investasi yang jelas serta menyesuaikan pilihan saham dengan jangka waktu investasi.

Tips Sebelum Membeli Saham Murah

Kategori :