BACAKORAN.CO - Update ramai di medsos bagikan fakta mengejutkan setelah kejadian kasus maling ayam yang diduga dikeroyok massa terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat dini hari 24 Juli 2026.
Peristiwa ini bermula dari tuduhan pencurian seekor hingga dua ekor ayam aduan milik warga setempat.
Fakta terbaru yang dibagikan di media sosial X @karirfess pada 27 Juli 2026 mengungkap sisi tragis lain.
fakta terbaru yg mengejutkan dari kasus maling ayam di bali
— Kr (@karirfess) July 27, 2026
ternyata oh ternyata
kayaknya semua media harus tau hal baru ini
???????? pic.twitter.com/gWqz1c3NUq
Kasus ini cepat viral karena video dan foto yang beredar, memicu diskusi luas tentang keresahan warga terhadap pencurian berulang dan bahaya aksi main hakim sendiri.
BACA JUGA:Gebrakan Kepala BGN Baru! Sudaryono Pecat 261 Pegawai Non ASN, Ternyata ini Alasannya
Polisi telah menetapkan lima tersangka dari kalangan warga setempat, sementara keluarga korban menuntut keadilan melalui jalur hukum setelah awalnya sempat ditawari damai.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 01.30 WITA.
KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, diduga ketahuan mencuri ayam aduan milik I Wayan Adi Suteja (31).
Warga yang resah karena sering kehilangan ternak segera berdatangan.
Situasi memanas, KD dikeroyok massa hingga tewas di tempat sebelum sempat diserahkan ke polisi.
BACA JUGA:Prabowo Mainkan Kartu 'Londo Ireng', Ferdinand: Strategi Intelijen Politik?
Motor yang dibawanya juga dibakar.
Polisi tiba sekitar pukul 02.00 WITA dan mendapati korban sudah meninggal.
Penyidikan pun dibagi dua kasus pencurian (ditangani Polsek Baturiti) dan pengeroyokan (ditangani Satreskrim Polres Tabanan dengan dukungan Polda Bali).
Fakta Terbaru yang Menghebohkan
Sebagaimana dikutip dari akun X @karirfess pada tanggal 27 Juli 2026, postingan tersebut membagikan “fakta terbaru yg mengejutkan” yang menyoroti konteks lebih dalam di balik pencurian tersebut.
Banyak netizen membahas latar belakang korban yang disebut residivis dan motif ekonomi untuk biaya sekolah anak, meski ada klarifikasi bahwa ayam yang dicuri bernilai tinggi sebagai ayam aduan.