Durov, yang lahir di Saint Petersburg dan kini berbasis di Dubai, sempat mengungkapkan pada awal 2026 bahwa otoritas Rusia telah membuka penyelidikan pidana terhadap dirinya.
Ia menilai langkah itu sebagai upaya membungkam kebebasan berbicara dan hak privasi pengguna.
"Mereka berusaha membungkam hak atas privasi dan kebebasan berbicara," ujar Pavel Durov.
Pada April 2026, Durov juga mengungkap bahwa surat panggilan sebagai tersangka dengan nama "P.V. Durov" dikirim ke apartemen lamanya di Rusia, tempat yang sudah ia tinggalkan sekitar dua puluh tahun lalu.
Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari Pavel Durov maupun manajemen Telegram terkait dakwaan FSB tersebut.
Namun akun resmi Telegram di platform X sempat mengunggah foto Durov yang mengacungkan jari tengah tak lama setelah kabar dakwaan ini beredar.