Data tersebut memperlihatkan perubahan menarik: perusahaan bukan hanya mencari orang yang bisa menggunakan AI, tetapi juga membutuhkan tenaga yang mampu menentukan bagaimana AI digunakan untuk menciptakan nilai bisnis.
Bagaimana cara mempersiapkan karier di era AI?
Pencari kerja tidak harus langsung menjadi programmer atau machine learning engineer untuk bisa mendapatkan manfaat dari perkembangan AI.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Pelajari dasar-dasar AI dan generative AI.
- Kuasai minimal satu atau beberapa tools AI yang relevan dengan pekerjaan.
- Gabungkan AI dengan keahlian utama yang sudah dimiliki.
- Bangun portofolio berdasarkan proyek nyata.
- Tingkatkan kemampuan analisis dan berpikir kritis.
- Latih kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah.
- Ikuti kursus, sertifikasi atau pelatihan yang relevan.
- Terus memperbarui keterampilan karena teknologi berubah sangat cepat.
Strategi yang paling realistis bukan meninggalkan profesi lama lalu mengejar pekerjaan AI secara membabi buta. Cara yang lebih masuk akal adalah menambahkan kemampuan AI ke profesi yang sudah dikuasai.
Apakah AI akan menggantikan semua pekerjaan manusia?
Tidak ada dasar yang kuat untuk menyimpulkan bahwa semua pekerjaan manusia akan hilang karena AI.
Yang lebih mungkin terjadi adalah sebagian tugas dalam sebuah pekerjaan akan otomatis, sementara manusia beralih ke tugas yang membutuhkan penilaian, kreativitas, tanggung jawab, komunikasi dan pengambilan keputusan.
WEF bahkan menekankan bahwa keterampilan teknologi dan keterampilan manusia akan semakin dibutuhkan secara bersamaan.
Karena itu, pekerja yang paling siap menghadapi perubahan bukan selalu orang yang paling ahli secara teknis, tetapi mereka yang mampu belajar dan beradaptasi dengan cepat.
Apa kesimpulan tentang pekerjaan yang tumbuh berkat AI?
AI memang mengubah dunia kerja, tetapi perubahan tersebut tidak hanya berbentuk penghapusan pekerjaan. Pada saat yang sama, muncul kebutuhan baru terhadap AI specialist, big data specialist, cybersecurity professional, AI content specialist, AI ethics specialist, AI educator dan berbagai profesi lain.
Data WEF menunjukkan AI dan big data menjadi keterampilan dengan pertumbuhan permintaan tercepat, sedangkan LinkedIn mencatat sekitar 1,3 juta pekerjaan terkait AI telah muncul secara global dalam dua tahun.
Pesannya cukup jelas: AI bukan hanya teknologi yang harus ditakuti, tetapi keterampilan yang perlu dipelajari. Pekerja yang mampu menggabungkan keahlian profesional dengan kemampuan menggunakan AI berpeluang memiliki posisi lebih kuat di pasar kerja yang terus berubah.
FAQ: Pertanyaan tentang pekerjaan di era AI
Pekerjaan apa yang paling cepat tumbuh karena AI?
Menurut WEF, big data specialists, fintech engineers, serta AI and machine learning specialists termasuk pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat hingga 2030.
Apakah AI akan menghilangkan pekerjaan manusia?
AI berpotensi mengotomatisasi sejumlah tugas, tetapi juga menciptakan pekerjaan dan kebutuhan keterampilan baru.
Apakah orang nonteknologi bisa bekerja di bidang AI?
Bisa. Kemampuan AI dapat digabungkan dengan keahlian pemasaran, pendidikan, jurnalistik, desain, keuangan, kesehatan dan berbagai bidang lainnya.
Skill apa yang penting dipelajari di era AI?
AI literacy, data, cybersecurity dan literasi teknologi menjadi keterampilan penting. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, adaptasi dan komunikasi juga tetap sangat dibutuhkan.
Apakah harus bisa coding untuk mendapatkan pekerjaan terkait AI?
Tidak selalu. Sebagian profesi membutuhkan kemampuan pemrograman, tetapi banyak pekerjaan lain lebih membutuhkan kemampuan menggunakan AI, mengelola data, membuat strategi, mengevaluasi output dan memahami kebutuhan bisnis.