Panjat Tiang Bendera Setinggi 12 Meter, Rizki Selamatkan Pengibaran Merah Putih

Selasa 18 Aug 2026 - 13:49 WIB
Reporter : Doni Bae
Editor : Doni Bae

BACAKORAN.CO --  Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Karang Anyar, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (17/8), sempat menegangkan.

Pengibaran Sang Merah Putih terhenti setelah tali bendera keluar dari rel di bagian atas tiang setinggi sekitar 12 meter.

Dalam situasi itu, seorang remaja bernama Rizki nekat memanjat tiang dan berhasil memperbaiki tali sehingga upacara dapat dilanjutkan.

Insiden terjadi saat petugas penggerek bendera mulai menjalankan tugasnya. Tiba-tiba tali utama tidak dapat ditarik karena terlepas dari rel di puncak tiang.

BACA JUGA:Atraksi Spektakuler Kopassus: Bendera Foto Prabowo Subianto Berkibar Bersama Merah Putih di HUT ke-81 RI

BACA JUGA:Viral! Dua Bendera Berkibar dari Banda Aceh hingga Sanggau, Netizen Tanyakan: Tanda Apa Ini?

Akibatnya, bendera merah putih tidak bisa dinaikkan sesuai rangkaian upacara.

Suasana lapangan upacara mendadak tegang. Petugas penggerek yang telah berlatih selama beberapa pekan hanya bisa menunggu sambil sejumlah warga berupaya mencari solusi. Kekhawatiran muncul karena kendala tersebut tidak pernah diperkirakan sebelumnya.

Beberapa warga sempat mencoba mencari cara untuk mengatasi masalah itu. Bahkan sempat muncul kekhawatiran tiang bendera akan roboh atau patah jika dipanjat orang dewasa dengan bobot tubuh yang besar.

Kepala Desa Karang Anyar Sukoco mengatakan, upaya pertama dilakukan oleh seorang warga bernama Ngadiman. Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan demi alasan keselamatan.

BACA JUGA:Timnas Basket Putri Try Out ke Korsel, Pertajam Strategi dengan 4 Uji Coba sebelum ke Asian Games 2026

BACA JUGA:8 Tuntutan Demo BEM UI Hari Ini di Bundaran HI: Kritik Penjajahan Negara hingga Bubarkan Yon TP

“Ada yang pertama berupaya naik namanya Ngadiman. Karena bobot tubuhnya yang berat dan memang sudah dewasa, saat naik ditakutkan membuat tiang bendera patah sehingga dibatalkan,” ujar Sukoco.

Ketika situasi masih belum menemukan jalan keluar, Rizki tiba-tiba memasuki lapangan upacara. Remaja itu langsung menawarkan diri untuk memanjat tiang bendera yang tingginya mencapai sekitar 12 meter.

Aksi tersebut sempat membuat peserta upacara menahan napas. Dengan bantuan sejumlah warga yang memegang dan menahan tiang dari bawah, Rizki perlahan memanjat hingga mencapai bagian puncak.

Setelah berada di atas, Rizki berhasil mengembalikan tali ke rel yang terlepas. Upaya itu langsung membuahkan hasil. Tali kembali berfungsi normal dan proses pengibaran bendera merah putih pada upacara HUT RI di Banyuasin dapat dilanjutkan.

BACA JUGA:Pria Bakar 6 Rumah di Ogan Ilir Ternyata AkibaKalah Judi Slot

BACA JUGA:Jual Ekstasi di Kafe, Dua Perempuan Cantik Diciduk Polisi

Begitu Sang Merah Putih berkibar, peserta upacara memberikan penghormatan. Ketegangan yang sebelumnya menyelimuti lapangan berubah menjadi rasa haru dan bangga.

Sukoco mengapresiasi keberanian Rizki yang bertindak spontan di tengah situasi darurat. Menurut dia, aksi tersebut menjadi momen yang paling dikenang dalam pelaksanaan upacara kemerdekaan tahun ini.

Peristiwa ini pun menjadi perhatian warga. Keberanian seorang remaja memanjat tiang bendera demi menyelamatkan pengibaran Sang Merah Putih menjadi simbol semangat gotong royong dan nasionalisme yang masih kuat di tengah masyarakat.

Kategori :