Postingan tersebut juga menyorotikekhawatiran terhadap satwa, termasuk gajah, serta menyebutkan bahwa lebih dari 5.350 hektare hutan tercatat berubah menjadi area pertanian dan kebun komersial akibat perambahan liar yang menumpuk dari tahun ke tahun.
Kronologi dan Luas Kebakaran
Kebakaran dimulai Jumat (21/8/2026) siang dan terus berlangsung hingga Sabtu sore.
Data sementara dari kepolisian mencatat 673,4 hektare kawasan terbakar.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan kobaran api melahap vegetasi yang mengering akibat musim kemarau.
Ini bukan kejadian pertama.
Pada Januari 2026, kebakaran serupa pernah menghanguskan lebih dari 2.600 hektare di kawasan yang sama.
BACA JUGA:Pasar Sungai Duri Bengkayang Terbakar Hebat, Lebih dari 30 Ruko Terdampak dan Jalan Nasional Ditutup
Petugas harus berjalan kaki menuju titik api karena kendaraan tidak bisa masuk.
Upaya pemadaman dilakukan secara manual sambil mencoba melokalisasi agar api tidak semakin meluas.
Mesin pompa air atau alkon sedang dipersiapkan untuk memperkuat penanganan.
Kondisi Satwa, Khususnya Gajah
Taman Nasional Way Kambas dikenal sebagai habitat penting gajah sumatera, harimau, badak, tapir, dan berbagai satwa lain.
BACA JUGA:Curas Motor Remaja, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Masih Buron
Kabar baik datang dari pihak pengelola: para gajah jinak dan liar berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Kebakaran terjadi di zona yang berbeda dari lokasi keberadaan gajah.
“Para Gajah jinak dan liar semua aman dan dalam kendali karena kebakaran terjadi di zona / titik yang beda dengan lokasi para Gajah berada,” demikian informasi yang disampaikan melalui akun media sosial terkait, mengutip admin Instagram pengelola.
Beberapa netizen mengekspresikan kekhawatiran.