Karhutla Way Kambas Meluas ke Rawa Mbah Sapon, Petugas Berjibaku di Medan Sulit

Sabtu 22 Aug 2026 - 20:37 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

“Semoga apinya cepet padam dan gajah-gajah serta semua satwa disana ga kenapa-napa,” tulis @peonyandaisies.

BACA JUGA:Kabur dan Lompat dari Jembatan, Dua Pemuda di Lubuk Linggau Ternyata Bawa 98 Ekstasi

Gajah memiliki memori jangka panjang yang kuat.

Trauma terhadap api dapat bertahan lama dan memengaruhi perilaku mereka di masa depan.

Ironisnya, kawasan yang berstatus taman nasional justru rentan terhadap kebakaran berulang.

Kepala Balai TN Way Kambas secara terbuka menyatakan dugaan kesengajaan.

“Dugaan kami seperti itu (sengaja dibakar),” kata MHD Zaidi. Polisi akan melakukan pengecekan di TKP setelah api berhasil dipadamkan.

BACA JUGA:Dituduh Selingkuh, Buruh Proyek Meregang Nyawa Setelah Dikeroyok di Rumah Kades

Kawasan Way Kambas memang memiliki sejarah panjang tekanan dari perambahan dan alih fungsi lahan.

Sejak era 1990-an, kawasan sekitar sering menjadi incaran ekspansi perkebunan, termasuk sawit.

Konflik manusia-gajah kerap dijadikan alasan, padahal akar masalahnya adalah penyusutan habitat.

Data menunjukkan ribuan hektare hutan telah berubah menjadi lahan pertanian dan kebun komersial akibat perambahan liar yang bersifat akumulatif.

Musim kemarau memperparah kondisi.

Vegetasi yang mengering mempercepat penyebaran api, sementara karakteristik gambut membuat api sulit dipadamkan sepenuhnya karena dapat merayap di bawah permukaan.

Kategori :