Dolar AS Makin Rapuh! Utang AS dan Geopolitik Jadi Beban, Rupiah Berpeluang Menguat?

Senin 24 Aug 2026 - 13:00 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

BACAKORAN.CODolar AS kembali menghadapi tekanan di pasar valuta global. Kekhawatiran mengenai kondisi fiskal Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik, serta penantian arah kebijakan bank sentral membuat pergerakan greenback semakin rentan.

Dolar bahkan bergerak di sekitar level terendah dalam beberapa bulan, menunjukkan investor mulai lebih berhati-hati terhadap prospek mata uang AS.

Tekanan tersebut datang ketika pasar global masih menghadapi ketidakpastian mengenai kebijakan ekonomi Washington dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

BACA JUGA:Dolar AS Melemah ke Level Terendah Sejak Mei, Pasar Soroti Langkah Treasury dan BI Rate

Utang AS Jadi Perhatian Investor

Salah satu faktor yang membuat dolar berada dalam posisi rapuh adalah meningkatnya perhatian terhadap kondisi utang pemerintah Amerika Serikat.

Departemen Keuangan AS berencana meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang.

Langkah tersebut menjadi perhatian pasar karena investor semakin mencermati kemampuan pemerintah AS mengelola kebutuhan pembiayaan sekaligus menjaga stabilitas pasar obligasi.

Kekhawatiran mengenai kondisi fiskal dapat memengaruhi persepsi investor terhadap aset-aset Amerika.

Jika kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal menurun, tekanan tidak hanya dapat muncul pada obligasi, tetapi juga terhadap dolar AS.

BACA JUGA:USD Menguat, Yen Jepang Mendekati 160 per Dolar: Pasar Waspadai Intervensi Tokyo

Geopolitik Iran Kembali Mengguncang Pasar

Faktor berikutnya datang dari Timur Tengah.

Investor masih menunggu rincian kebijakan dan kemungkinan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.

Situasi tersebut berpotensi memengaruhi pasar energi global.

Jika ketegangan meningkat, harga minyak dapat bergerak lebih tinggi. Kondisi tersebut kemudian dapat meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara.

Bagi pasar valuta asing, ketidakpastian geopolitik juga dapat memicu pergerakan dana menuju aset yang dianggap lebih aman.

Kategori :