Dolar AS Makin Rapuh! Utang AS dan Geopolitik Jadi Beban, Rupiah Berpeluang Menguat?

Senin 24 Aug 2026 - 13:00 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Namun, dalam situasi tertentu, dolar tidak selalu menjadi satu-satunya pilihan investor.

Emas, franc Swiss, yen, dan sejumlah mata uang komoditas juga dapat menjadi alternatif ketika investor melakukan diversifikasi.

BACA JUGA:USD Melemah, Rupiah Menguat ke Level Rp17.830 per Dolar AS: Simak Kurs Bank Hari Ini

Investor Menunggu Arah The Fed dan Bank of Japan

Pasar valuta juga memasuki periode penting karena investor menunggu sejumlah pidato pejabat bank sentral.

Perhatian terutama tertuju pada arah kebijakan Amerika Serikat dan Jepang.

Setiap perubahan ekspektasi mengenai suku bunga dapat langsung memengaruhi nilai tukar.

Jika pasar memperkirakan suku bunga AS lebih rendah, daya tarik aset berdenominasi dolar dapat berkurang.

Sebaliknya, apabila bank sentral AS mempertahankan kebijakan ketat lebih lama, dolar berpotensi mendapatkan dukungan.

Situasi serupa berlaku terhadap yen.

Yen yang bergerak mendekati level tertentu terhadap dolar dapat meningkatkan kewaspadaan pasar terhadap kemungkinan intervensi otoritas Jepang.

Dolar Kanada Ikut Melemah

Tekanan terhadap dolar AS juga terjadi dalam kondisi pasar yang cukup volatil.

Dalam perdagangan yang menjadi perhatian investor, dolar Kanada melemah sekitar 0,2%.

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar mata uang sedang menghadapi tekanan dari berbagai arah.

Mata uang komoditas seperti dolar Kanada dan dolar Australia sangat sensitif terhadap prospek ekonomi global serta pergerakan harga komoditas.

Karena itu, perkembangan minyak dan sentimen risiko global menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

BACA JUGA:Bank Sentral Global Diversifikasi Penyimpanan Emas: London & New York Masih Unggul, China Mulai Menantang

Apakah Rupiah Bisa Mendapat Keuntungan?

Kategori :