Jangan menunggu sampai kampas benar-benar habis.
Selain menimbulkan suara, kampas yang sudah tidak layak dapat memengaruhi performa pengereman dan berpotensi membuat komponen lain ikut mengalami keausan.
Jika suara rem semakin keras dan muncul bersamaan dengan kemampuan pengereman yang menurun, segera lakukan pemeriksaan.
BACA JUGA:5 Keunggulan Honda Africa Twin: Motor Adventure Tangguh, Fitur Canggih, dan Siap Jelajah
2. Kampas dan Cakram Terkena Debu atau Kotoran
Motor yang sering digunakan di jalan berdebu atau melewati genangan air dapat mengalami penumpukan kotoran pada area pengereman.
Debu, pasir halus, atau kotoran yang berada di antara permukaan kampas dan cakram dapat menghasilkan suara ketika rem digunakan.
Kondisi seperti ini terkadang hanya bersifat sementara.
Setelah komponen kembali bersih dan kering, suara bisa berkurang.
Namun, jangan membersihkan sistem rem menggunakan sembarang cairan.
Gunakan metode dan produk pembersih yang memang sesuai untuk komponen rem, atau serahkan kepada mekanik jika tidak yakin.
BACA JUGA:Motor Listrik 2026: DP Ringan & Cicilan Murah Jadi Kunci Pasar Indonesia
3. Cakram Rem Mengalami Keausan atau Permukaannya Tidak Rata
Cakram rem juga perlu diperiksa, terutama jika motor sudah digunakan cukup lama.
Permukaan cakram yang tidak rata atau mengalami keausan tertentu dapat membuat kontak antara kampas dan cakram menjadi tidak optimal.
Selain bunyi, masalah pada cakram terkadang dapat disertai sensasi lain, misalnya getaran ketika mengerem atau respons pengereman yang terasa berbeda.