BACAKORAN.CO – Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (27/8) sekitar pukul 15.15 WIB.
Mobil Isuzu Panther Touring putih bernomor polisi BG 1348 DF tertemper Kereta Api Penumpang S10 Bukit Selero jurusan Lubuklinggau–Palembang. Empat orang tewas dan satu lainnya kritis.
Peristiwa terjadi di perlintasan rel Kilometer 32589, Jalan Pakjo RT 03 RW 02, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur. Benturan keras membuat mobil yang membawa lima orang itu rusak parah.
Empat korban meninggal masing-masing SF (65) yang merupakan pengemudi, MR (56), SSP (25), dan RPN (7). Sementara AA (15) mengalami kondisi kritis. Seluruh korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bunda Prabumulih.
BACA JUGA:Kecelakaan Kereta Api di Bandung Telan 4 Nyawa, Jalur KA Haurpugur-Cicalengka Ditutup, Begini Skenario KAI
Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan, Panther tersebut melaju dari arah Gunung Ibul Barat menuju Kelurahan Sukajadi. Saat tiba di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, pada saat bersamaan KA Bukit Selero melintas.
Benturan tidak dapat dihindarkan. Mobil tertemper kereta api hingga sempat terseret beberapa meter sebelum terpental sekitar 15 meter akibat kerasnya benturan.
Salah seorang pengendara yang melintas di sekitar lokasi, Putra, mengatakan mobil tersebut datang dari arah Taman Murni menuju Jalan RA Kartini, Kelurahan Sukajadi.
“Mobil itu dari arah Taman Murni menuju ke Jalan RA Kartini Sukajadi,” ujar Putra.
BACA JUGA:Resep London Layer Cake Viral, Rasa Premium Harga Ekonomis Anti Gagal, Buktikan Kelezatannya
BACA JUGA:Cara Ambil Antrean Faskes Online lewat Mobile JKN Tanpa Datang Pagi-Pagi
Ia menyebut benturan terjadi sangat keras. Setelah tertemper kereta api, mobil sempat terseret dan beberapa penumpangnya bahkan terpental dari dalam kendaraan.
“Mobil sempat terseret. Bahkan, penumpangnya ada yang sampai terpental dari mobil,” katanya.
Kondisi Panther putih itu terlihat mengenaskan. Bagian belakang dan sisi kiri kendaraan mengalami kerusakan berat. Sejumlah bagian bodi ringsek dan kaca kendaraan pecah. Serpihan kendaraan berserakan di sekitar lokasi.
Petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, seperti sandal, pecahan kaca, kaca spion, dan kacamata. Bercak darah terlihat di sekitar lokasi kecelakaan.
BACA JUGA:Iuran BPJS Kesehatan 2026: Kelas 1 Rp150 Ribu, Kelas 2 Rp100 Ribu, Kelas 3 Rp35 Ribu!
BACA JUGA:Baru Bebas, Residivis 'Bongkar Rumah' di Muara Enim Diciduk di Pintu Lapas
Kecelakaan kereta api di Prabumulih itu langsung ditangani Polsek Prabumulih Timur. Kapolsek Prabumulih Timur IPTU Ultah Deanto SH bersama personel turun ke lokasi untuk mengamankan TKP dan membantu evakuasi korban. “Masih dilakukan olah TKP di lapangan,” ujar Ultah.
Tim Identifikasi INAFIS Satreskrim Polres Prabumulih turut diterjunkan. Petugas melakukan dokumentasi, mengumpulkan barang bukti, memeriksa kondisi kendaraan, dan mendata saksi.
Polisi memasang garis pengaman di lokasi. Penyidik masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan kronologi lengkap serta penyebab mobil dapat memasuki perlintasan saat kereta api melintas.
Kecelakaan maut di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Prabumulih ini kembali menyoroti risiko keselamatan di jalur sebidang yang belum memiliki fasilitas pengamanan. Masyarakat diimbau berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan rel aman sebelum melintas.