Dramatis, Berusaha Tolong Teman yang Tenggelam di Sungai Niru, Bocah 10 Tahun Malah Tewas

Senin 07 Sep 2026 - 15:50 WIB
Reporter : Doni Bae
Editor : Doni Bae

BACAKORAN.CO  – Peristiwa dramatis terjadi di Desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Niru, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Dua bocah yang berteman tenggelam saat mandi di Sungai Niru, Minggu (6/9) sekitar pukul 16.30 WIB.

Salah satu korban diketahui berinisial C (10), meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Sementara temannya F (10), masih menjalani perawatan medis.

Peristiwa bocah tenggelam di Sungai Niru Muara Enim itu terjadi di wilayah Kampung VI, Desa Tebat Agung. Saat kejadian, kedua korban mandi bersama sejumlah warga lainnya.

BACA JUGA:Berenang Sore, Malam Baru Ketahuan Tidak Pulang, Ternyata Bocah Ini Tenggelam di Sungai Ogan

BACA JUGA:Bocah 6 Tahun Tenggelam Saat Mancing di Bawah Pohon Rengas, Ditemukan Dua Jam Kemudian

Informasi yang dihimpun menyebut, sebelum kejadian kedua kedua korban mandi di hulu sungai. F berenang ke bagian tengah sungai. Diduga dia terperosok ke bagian sungai yang lebih dalam.

Melihat temannya tenggelam, C spontan berusaha menolong. Namun diduga C tidak bisa berenang. Upaya penyelamatan itu justru membuat C ikut terseret ke bagian sungai yang dalam.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Kedua korban berhasil dievakuasi dari sungai dan dibawa ke Puskesmas Tebat Agung untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang mengatakan, kondisi kedua korban kemudian membutuhkan penanganan lebih lanjut.

BACA JUGA:Kasus Keracunan MBG Berulang, Siswa Trauma: Gak Mau Lagi Aku Makan MBG, Pak

BACA JUGA:Kabur ke Sumut, Oknum Kades di Musi Rawas Ditangkap Kasus Pemerasan

“Karena membutuhkan perawatan lebih lanjut, keduanya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Fadhillah Kota Prabumulih untuk mendapatkan pertolongan medis,” ujar Situmorang, Senin (7/9).

Namun, kondisi C terus memburuk. Nyawanya tidak berhasil diselamatkan setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Bocah tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia. “Sementara F hingga kini masih menjalani perawatan medis,” kata Situmorang.

Polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. Petugas mencatat keterangan sejumlah saksi, mengambil dokumentasi, serta membuat laporan terkait insiden tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan mengenai bahaya aktivitas anak di sungai. Arus dan kedalaman sungai dapat berubah dan sulit diprediksi, terutama pada titik tertentu yang memiliki cekungan atau lubuk.

BACA JUGA:CCTV Geger, Kepsek dan Guru SD di Pekalongan 'Gaya Kodok' di Sofa, Langsung Dicopot

BACA JUGA:Rupiah Bertahan di Rp17.650, Pasar Pangkas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Polres Muara Enim mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak ketika bermain atau beraktivitas di sekitar aliran sungai.

Imbauan tersebut penting, terutama bagi keluarga yang tinggal di sekitar Sungai Niru Kecamatan Rambang Niru. Anak-anak sebaiknya tidak dibiarkan mandi di sungai tanpa pengawasan orang dewasa.

Kasus dua bocah tenggelam di Muara Enim ini menjadi duka bagi keluarga korban. Polisi memastikan penanganan di lokasi telah dilakukan setelah menerima laporan masyarakat.

Kategori :