Posisi terakhir: sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
BACA JUGA:Subhanallah, Grab Indonesia Berangkatkan Umrah 105 Mitra Pengemudi
Kesaksian penumpang selamat Ahmad Saudi memperkuat gambaran kejadian.
“Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,” ujar Ahmad Saudi.
Ia menambahkan bahwa kapal miring ke kiri dengan sangat cepat tanpa alarm atau peringatan.
“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” katanya.
Ahmad bersama 14 orang lain berhasil naik perahu karet dan dievakuasi.
BACA JUGA:Tunggakan BPJS Kesehatan, Ini Dampak dan Cara Aktifkan Kembali
Update Data Korban
Data berubah seiring operasi. Ringkasan berdasarkan laporan Basarnas dan Kemenhub hingga sore 13 September 2026:
Total jiwa di kapal: 241–243 orang.
Dievakuasi: 103–153 orang (termasuk yang dalam perjalanan ke pelabuhan).
Selamat: sekitar 107–143 orang.
Meninggal dunia: 6 orang.
Masih dalam pencarian: 92–130 orang.
BACA JUGA: Heboh! Kepala BGN Dituding Keluarkan Surat Agar Sekolah Diam soal Keracunan Massal dari Program MBG
Kapal penolong yang terlibat antara lain TB Mauhaw IX / MT Mauhau, TB TCP, MV Haida, dan KM Cahaya Bahari.